Agrowisata Sapi Perah

Bertepatan dengan momen Hari Susu Nasional, Pemerintah Kabupaten Malang meresmikan Agrowisata Sapi Perah yang diberi nama Nusa Pelangi di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo

Diawali dengan minum susu bersama, acara yang dihadiri langsung Bupati Malang, Rendra Kresna itu juga menyita perhatian wisatawan yang hendak berwisata ke Gunung Bromo.

Sementara itu, Mengusung konsep wisata edukasi, Agrowisata bentuk Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Malang ini, ditujukan sebagai penunjang keberadaan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai destinasi wisata andalan nasional.

Di dalam Nusa Pelangi sendiri, wisatawan bisa belajar tentang budidaya sapi, proses pemerahan susu, pengolahan susu hasil perahan, pembuatan biogas kotoran ternak, hingga pupuk organik.

Tidak hanya itu saja, agrowisata sapi perah yang berdiri di atas lahan 3000 meter persegi ini juga menyuguhkan fasilitas pendukung lain seperti food court dan rest area.

Kepala Disnak Keswan Kabupaten Malang, Sudjono mengatakan program ini merupakan hibah dari Pemkab Malang kepada kelompok peternak setempat dan menyedot anggaran dana dari pemerintah pusat, senilai Rp 4 miliar.

Tempat Jeguran Asik di Malang: Pemandian Kalireco

Saat beban masalah yang menindih begitu berat, sampai-sampai untuk melangkahpun tak kuat, sontak kita langsung mengutuk keadaan, menganggap hidup begitu tak adil dan kejam. Masalah demi masalah terus mengantam tanpa ampun. Selain berserah diri pada Tuhan, kita hanya bisa menangis dan lagi-lagi mengutuk keadaan. Kata orang, hidup tanpa masalah itu bagai sayur tanpa garam. Tapi, jika masalah yang menindih kita sudah diambang batas normal, apa masalah tersebut masih bisa disebut bumbu yang bisa membuat sayuran menjadi enak dan lezat? Ah, lupakan. Ini hanya omongan ngelantur, omongan orang yang kurang tidur.

Bicara soal masalah, kadang masalah itu bisa lebih sederhana kalau saja kita bisa lebih ikhlas menerimanya. Ya, meski susah, tapi begitulah kuncinya. Cobalah untuk lebih bisa menikmati hidup. Kalau kata D’Masiv: “Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah…”.

Jika kamu masih mengalami kesusahan untuk ikhlas, jika kamu masih merasa kesulitan untuk bersyukur, bagaimana kalau kita traveling saja? Traveling tak harus ke tempat-tempat mahal, di Indonesia, ada banyak wisata murah bahkan gratis yang bisa kamu jadikan destinasi untuk kedamaian diri. Malang, salah satunya. Ah, Malang memang mengagumkan

Nama tempatnya adalah Mata Air Kalireco. Mata air ini berada di Sumber Waras, Lawang, Malang. Kalireco sebenarnya bukan merupakan obyek wiasta, karena belum diresmikan oleh Dinas Pariwisata setempat. Kalireco hanya sebuah pemandian dan irigasi yang dimanfaatkan oleh warga setempat. Karena keasrian dan keeksotisan tempatnya, kini para traveler mulai berbondong-bondong berkunjung ke tempat ini. Untuk apa? Ya, tentunya untuk mandi, untuk menyegarkan diri, untuk mendamaikan diri.

Mata air Kalireco menyuguhkan pesona wisata air yang asri nan menyegarkan. Warnanya airnya yang jernih dan rimbunannya pepohonan sekitar seolah menjadi daya tarik tersendiri bagi obyek wisata yang satu ini. Hawanya yang sejuk dipadu sepoy angin yang mengelus pelan seluruh badan menjadi semacam bius keletihan, terlebih untuk kamu yang memang sedang membutuhkan kedamaian.

Malang, memang terkenal memiliki pesona wisata yang keindahannya mampu membuat siapa saja betah untuk berlama-lama tinggal di dalamnya. Meski Pemandian Kalireco ini masih sangat baru dan bahkan belum diresmikan oleh Dinas Pariwisata setempat, namun keindahannya bisa juga disejajarkan dengan wisata-wisata Malang lainnya yang sudah lebih dulu populer.

Untuk bisa menikmati kesegaran air di Kalireco, kamu tidak dipungut biaya sepserpun, alias gratis. Namun kamu bisa menyumbang seiklasnya untuk membantu perkembangan obyek wisata ini. Karena masih banyak banget fasilitas yang belum memadai di sini.  Perlu diingat, jangan lupa bawa baju ganti jika kamu ingin mandi. Jangan lupa bawa minuman juga makanan ringan untuk antisipasi jika kamu kelaparan dan kehausan.

Akses menuju lokasi bisa dibilang kurang baik. beberpa kilometer sebelum sampai lokasi, kamu akan dibawa melewati jalanan yang berbatu. Saat musim hujan, jalanan tersebut menjadi mengkhawatirkan karena licin dan becek. Papan penunjuk arah pun masih minim, jadi untuk rutenya, biar nggak kesasar mending sering-seringlah bertanya pada orang. Atau kamu bisa menggunakan Google Map.