UNIRA Malang Kembangkan Kampus Diplomasi Internasional

Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang mengembangkan universitas sebagai media diplomasi internasional.

Hal ini dilakukan, agar mahasiswa dapat memahami kondisi ekonomi-politik global dan menjadi agen dari misi pendidikan Indonesia. Misi ini tercermin, dalam Ambassador Lecture “Comprehensive Interactive  an Efficient Approach for ASEAN-China Economically and Socially Integration”, di Auditorium Unira, Malang).

Agenda ini dihadiri oleh Tim Young (Executive Board of Jakarta Foreign Correspondents Club and Chief of Correspondent of CED ASEAN Bureau).

Dalam agenda ini, Rektor UNIRA, Hasan Abadi, M.AP mengungkapkan bahwa pimpinan kampus berusaha mendorong UNIRA sebagai universitas yang berjejaring di level internasional dan menjadi media diplomasi.

“Kami ingin agar UNIRA berjejaring tidak hanya di level nasional, namun juga internasional. Dengan kedutaan China, kami sedang menjalin kerjasama tentang pengembangan masyarakat, di antaranya Green Technology dan peningkatan SDM perempuan desa,” terang Hasan Abadi, yang juga Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Malang.

Tim Young, dalam Forum Ambassador Lecture, mengungkapkan bahwa Indonesia dan China harus bersama-sama mengembangkan potensinya.

“Hubungan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan China perlu diintensifkan lagi, tidak hanya dalam politik dan ekonomi, namun juga dalam pendidikan, kebudayaan dan dimensi sosial,” terang Tim Young, yang menjadi Executive Board Member of Jakarta Foreign  Correspondent Club.

Dalam analisanya, Tim Young berharap generasi muda, khususnya akademisi UNIRA Malang, memahami peta diplomasi global, sekaligus berperan aktif dalam perbaikan bangsa.

“Saya harap, dengan kerjasama antara pemerintah dan beberapa lembaga China dengan kampus UNIRA, akan terbentuk kesepahaman dalam pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi di antara kedua negara,” ungkap Tim.

Dia berharap, kerjasama China dan Indonesia  dalam pengembangan infrastruktur, khususnya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dapat terealisasi dengan maksimal.

“Kami berjanji dengan Presiden Joko Widodo agar proyek ini selesai sebelum tahun 2019. Jadi, kami berharap dukungan dari semua pihak agar dapat bekerja efektif,” jelas Tim Young.

Agenda Ambassador Lecture merupakan kerjasama antara Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) UNIRA dengan Economic Daily-JFCC, untuk peningkatan pemberdayaan masyarakat dan diplomasi internasional. Saat ini, UNIRA dan beberapa lembaga dari China sedang menjalin kerjasama dalam pengembangan riset dan pemberdayaan.

Advertisements

UNIRA Kerjasama dengan China

Hasan Abadi M. AP, Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA), bersepakat bekerja sama dengan China dalam bidang Pemberdayaan Manusia, kesejahteraan perempuan desa, keuangan, kaum minoritas, dan toleransi.

Ia khusus datang saat seminar yang digelar di UNIRA. Dalam pembukaan seminar, Hasan Abadi menjelaskan pentingnya menjalankan apa yang telah disampaikan Rasul kepada ummatnya yakni belajarlah hingga negeri China.

Dalam agenda ini, Rektor UNIRA, mengungkapkan bahwa pimpinan kampus berusaha mendorong UNIRA sebagai universitas yang berjejaring di level internasional dan menjadi media diplomasi.

Inspiring, Excellent, Humble, selogan UNIRA inilah yang menjadi tolak ukur untuk pengembangan SDM, dan memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar.

Hasan Abadi  juga mengharapkan adanya follow up dari acara Ambassador Lecture ini, yang mengusung Tema Kajian Komprehensi Sosial dan Ekonomi Asean-China dalam bentuk kerjasama di bidang-bidang menjadi kekhususan kampus yang bervisi khaira ummah.

“Kita memang harus berwawasan global, tapi juga harus berpikir secara mendalam,” ungkap Rektor UNIRA dalam pembukaan seminar.

Di depan kurang lebih 300 peserta seminar, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, Hasan berharap kedatangan Tim Young bisa memberikan nilai yang lebih, dari konteks yang luas tentang budaya, agama atau ras, sehingga mampu menjaga bersama hakikat toleransi antar umat demi kemajuan sebuah bangsa.

Kerjasama ini dilakukan melalui anak usaha BUMN, PT. Pilar Sinergi BUMN Indonesia dan China Railway International Co. Ltd. sebagai wujud ikatan kerjasama yang erat Indonesia-China.

Hasan menyinggung masalah proyek antara Indonesia dan China harus terus berjalan. Unira juga tengah menjalin kerjasama yang baik dalam bidang yang telah disebutkan, misalnya pemberdayaan perempuan dan kaum minoritas.

“Selama kerjasama itu bersifat positif, kenapa harus ditunda? untuk membangun bangsa yang baik, tidak perlu melihat perbedaan,” ungkap Rektor Unira.

Hasan ingin agar UNIRA berjejaring tidak hanya di level nasional, namun juga internasional. Dengan kedutaan China, kami sedang menjalin kerjasama tentang pengembangan masyarakat, di antaranya Green Technology dan peningkatan SDM perempuan desa.

Hal ini dilakukan, agar mahasiswa dapat memahami kondisi ekonomi-politik global dan menjadi agen dari misi pendidikan Indonesia.