Hutan Pinus Pujon Tempat Baru Berkemah

Bingung weekend ini mau ke mana? Yuk, cobain wisata baru di Kecamatan Pujon ini aja. Namanya Bumi Perkemahan Bondosari dan Taman Pinus Pujon. Hanya dalam satu lokasi saja, kalian bisa banget dapat pemandangan yang berbeda loh.

Taman wisata yang masih tergolong baru ini letaknya ada di Dusun Cukal Desa Bondosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Udaranya yang sejuk dan pepohonan yang rindang dijamin bakal bikin kalian betah loh. Apalagi pemandangannya yang indah, sering digunakan wisatawan untuk berfoto mengabadikan momen.

Salah satu anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kecamatan Pujon, Ima Ria Fitriani mengatakan, penataan lokasi dua kawasan tersebut dilakukan sejak awal 2016.

Pemerintah desa pun mulai memprakarsai terbentuknya lokasi wisata dengan berbagai penataan bumper, pendopo, dan banyak fasilitas lain termasuk toilet dan kamar mandi.

“Pembangunannya sih menggunakan dana desa ya,” katanya pada MalangTODAY.net belum lama ini.

Sejak pertama kali dibuka, lanjutnya, banyak wisatawan yang datang. Bumi perkemahan pun sering dimanfaatkan berbagai kalangan seperti lembaga sekolah hingga perguruan tinggi untuk melakukan diklat. Paling besar, event perkemahan SMP satu atap se Kabupaten Malang yang dilakukan belum lama ini.

“Kalau ingin berkemah di Bumi Perkemahan bisa banget, biayanya Rp 10 ribu per orang dan langsung hubungi Pokdarwis,” tambah mahasiswi S2 Universitas Negeri Malang ini.

Sementara untuk taman pinus sendiri, lanjutnya, lokasinya berada di bagian atas dan saat ini masih dalam proses pengembangan. Berbagai fasilitas seperti penataan tangga, tempat duduk, hingga taman bunga pun masih dalam tahap penataan.

“Rencananya juga akan dipasang hommock dan cafe kecil untuk mengakomodir kebutuhan wisatawan,” ujarnya.

Penasaran seperti apa lokasinya? Kalian bisa langsung aja datang. Sepanjang perjalanan, kalian juga bakal diauguhi berbagai pemandangan indah dan hijau loh guys. Akses ke sana pun sangag mudah, karena jalan-jalannya sudah dibenahi.(pit/zuk)

Advertisements

Coban Sewu Pujon, Air Terjun Kekinian di Malang

Biasanya, air terjun dapat dinikmati di daerah yang sedikit dalam ya guys. Akses untuk masuknya pun tak jarang sangat susah dengan jarak tempuh yang lumayan jauh. Tapi beda dengan Coban Sewu yang ada di Desa Bendosari Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Lokasinya berada di pinggir jalan persis. Ketika melintasi wilayah itu pun, kita sudah dapat melihatnya dengan jelas. Tapi akan lebih menyenangkan lagi kalau kalian menyempatkan diri untuk mampir dan berfoto sebentar di sana guys.

Ketika mau masuk, kita terlebih dulu akan melewati jembatan ungu, untuk menyeberangi sungai besar yang ada di sebelah air terjun Coban Sewu itu.

Pemandangannya sangat bagus, dan tempat ini selalu digunakan wisatawan untuk mengabadikan momennya bersama.

Tak jauh dari jembatan, jaraknya kira-kira 150 meter saja, kita sudah memasuki wilayah Coban Sewu.

Tempat wisata ini ukurannya memang tak terlalu besar, tapi sangat representatif dan kece buat mengabadikan momen.

Di sana udaranya terasa sangat sejuk dan dingin, stress pun akan hilang dengan kesegaran alam yang ditawarkan Coban Sewu. Airnya yang dingin terkadang tak menghalangi wisatawan untuk mendekat. Bahkan, mereka tak segan untuk mencuci muka di beberapa area yang berdekatan dengan air terjun utama.

“Seger banget airnya, meskipun memang sedikit dingin,” kata salah seorang pengunjung Coban Sewu, Istiqomah kepada MalangTODAY.net belum lama ini.

Tak hanya Coban Sewu, Kecamatan Pujon ini juga memiliki banyak destinasi wisat alam yang kece banget loh. Setiap perjalanan yang kita lewati pun terasa menyenangkan.

Salah satunya hutan pinus yang juga masih berada di kawasan Desa Bondosari Kecamatan Pujon. Kondisi yang masih alami ini cocok banget buat kalian yang ingin melepaskan hiruk pikuknya kota.

Telaga Madiredo

Telaga Madiredo menjadi jujugan banyak siswa di sekitar desa Madiredo Kecamatan Pujon untuk sekadar menghilangkan penat usai belajar di kelas. Seperti yang terlihat pada Sabtu siang beberapa siswa Sekolah Menengah Pertama tengah asik berenang di sejuknya air telaga Madiredo. Berjarak sekitar 3 Kilometer dari jalan raya Provinsi dan hanya 5 meter dari jalan raya Kabupaten menjadikan telaga ini mudah dijangkau.

“Saya dan teman teman hampir setiap seminggu 3 kali berenang d isini, tempatnya enak,airnya bersih dan gratis,” kata Khoirul Anam,salah satu siswa SMP di desa Madiredo.

Air jernih telaga Madiredo berasal dari sumber mata air di telaga tersebut. Selama ini selain sebagai tempat untuk rekreasi gratis oleh warga desa Madiredo dan sekitarnya,air telaga Madiredo juga dimanfaatkan untuk irigasi oleh warga sekitar ketika musim kemarau.

Telaga Madiredo

“Tidak hanya berenang, banyak warga yang juga sering cuci karpet atau barang lain di sekitar aliran telaga ini,” tambah Anam.

Sementara itu, kepala desa Madiredo, Mahfud,saat ditemui Terminal Arjosari di rumahnya mengatakan ke depannya Pemerintah Desa Madiredo akan serius menangani dan mengelola telaga tersebut sebagai salah satu destinasi wisata yang murah meriah.

“Nanti akan kita rawat dengan baik, sementara ini kami baru memasang papan penunjuk arah supaya memudahkan pengunjung,” urainya.

Jalan menuju ketelaga Madiredo saat ini memang masih berupa tanah dan hanya mempunyai lebar 1 meter. Sehingga pada saat musim hujan seperti ini, jalannya pun becek.

“Dalam waktu dekat jalan akan dimakadam supaya memperlancar akses kesana.Ttelaga itu kan saat ini sudah semakin ramai, sudah banyak sekolah yang kesana untuk mengisi materi olahraga berenang atau melakukan outbond ringan,” tambah Mahfud.

Untuk mencapai telaga Madiredo sangatlah mudah. dari jalan raya Pujon pengunjung lurus ke Utara sampai desa Madiredo, dari desa Madiredo hanya 500 meter ke Utara.