Masyarakat Tak Perlu Kawatir Polri Tidak Melindungi Polisi Nakal

Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji ancam memecat dua anggota Polres Batu, Brigadir Edi Negara dan polisi berinisal Ded, jika terbukti melakukan pelecehan seks.

“Semua laporan harus diproses. Tidak ada kompromi jika bersalah sanksinya bisa pemecatan,” ancam Anton Setiadji, di Mapolda Jatim, Sabtu (11/06/2016).

Dikatakan, Polda Jatim tidak akan melindungi jika ada anggotanya yang bersalah. Apalagi jika kasus yang dilakukan sangat mencemarkan korps Bhayangkara. Termasuk dugaan kasus pelecehan yang dilakukan oknum Polantas Batu.

“Masyarakat tidak usah khawatir. Kami tidak akan melindungi polisi yang nakal. Kalau memang bersalah pasti diproses sesuai hukum yang ada

ucap Anton didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

Anton tidak merinci pasti, proses yang akan dilakukan terhadap dua polisi ‘cabul’ di Batu itu. Tetapi, Propam Polda Jatim sudah diminta turun tangan membantu proses hukum di wilayah Polres Kota Batu tersebut.

Hanya saja, kata Anton, seluruh anggota untuk tidak mencontoh perbuatan yang dilakukan oknum polisi. Semua pelanggaran di masyarakat sebaiknya diproses sesuai protap yang sudah ada.

“Tidak usah neko-neko. Jadilah polisi yang profesional. Jika ada pelanggaran proseslah sesuai aturan,” pungkasnya meyakinkan.

Warga Malang Pangil Polisi Pakai HP

Menyampaikan kabar bahaya, pengaduan, atau sedang melihat tindak kriminalitas, serte kecelakaan kini tidak lagi perlu repot ke Kantor Polisi. Cukup buka ponsel, buka aplikasi Panic Button, lalu tekan tombol Help. Polisi segera datang ke lokasi anda.

Aplikasi berbasis Android ini baru dirilis Polres Malang Kota pada Jumat (16/10/2015) malam, dalam pertemuan rutin Pemerintah Kota Malang dengan puluhan Ketua RW dari empat kecamatan Kota Malang di Hotel Savana.

Dalam kegiatan itu hadir pula Wali Kota Malang, M Anton, serta jajaran Muspida Kota Malang.

Kemanan Warga Malang
Kemanan Warga Malang

Continue reading “Warga Malang Pangil Polisi Pakai HP”