Menikmati Manisnya Croqnesh dan Nasi Goreng Rawon Malang

Kini, ada resto dan kafe baru di Kota Malang. Namanya Kauri Kitchen. Kauri Kitchen merupakan tempat makan berkonsep semi resto dan kafe. Lokasinya Jalan Himalaya.

Kauri Kitchen ini baru berjalan kurang lebih satu bulan. Pemilik Kauri Kitchen, Biem Nugroho, mengatakan Kauri Kitchen menyuguhkan nuansa tempat makan yang perabotnya dari Kayu.

Kauri berasal dari Bahasa New Zaeland. “Kauri artinya kayu yang kuat, karena bentuknya seperti pohon. Itu yang saya inginkan dari Kauri Kitchen ini,” tutur dia.

Menu-menu yang disuguhkan di sini juga beragam. Tapi, ada satu menu dessert yang unik di Kauri Kitchen, namanya Croqnesh.

Croqnesh ini bukan sekedar kue sus biasa, tetapi kue sus yang disuguhkan dalam bentuk menara.

Dengan balutan gula dan karamel yang menyelimuti sus ini, membuat siapa saja ingin mencobanya.

Dessert Croqnesh ini hanya bisa dinikmati pada hari tertentu, yakni hari Senin, Kamis, dan Sabtu.

“Kenapa kami mengkhususkan menu ini, karena membuatnya kami membutuhkan waktu yang lama. Tidak bisa langsung jadi. Resepnya pun dari resep buatan sendiri dan turun temurun,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, ada juga menu andalan di Kauri Kitchen ini, yakni Nasi Goreng Rawon. Dari namanya, Rawon yang identik dengan warna hitam pekat, seperti itulah Nasi Goreng Rawon.

Chef Kauri Kitchen, Alfarizi Ananda, menambahkan, pembuatan Nasi Goreng Rawon ini memakai bumbu rawon pada umumnya, terutama memakai bahan kluwek.

“Yang sering dipesan memang nasi goreng rawon. Karena penasaran rasanya seperti apa. Dan setelah mencoba, pasti ketagihan,” ujarnya.

Nah, meskipun baru berjalan satu bulan, Kauri Kitchen sudah akan membuka cabang di Kota Batu. “Kami niat konsepnya memakai semi resto dan kafe. Jadi keduanya kami kolaborasikan,” tutur pemilik Kauri Kitchen.

Kuliner Daging Kelinci di Kota Batu

Di balik sejuknya udara dan indahnya pemandangan Kota Batu terdapat wisata kuliner yang juga layak dicicipi oleh wisatawan. Di sebelah barat alun-alun Kota Batu, tepatnya di atas Kawasan Wisata Songgoriti berjejer puluhan warung yang terkenal dengan nama warung Wisata Payung. Warung-warung yang berada di atas ketinggian tersebut mayoritas menyajikan Sate Kelinci sebagai menu andalan mereka.

Sate kelinci sendiri saat ini sudah menjadi ikon warung warung wisata tersebut. Dikatakan oleh Nugroho, salah satu pemilik warung di Wisata Payung, sate kelinci saat ini menjadi menu masakan yang banyak diminati pengunjung.

“Di tempat saya sendiri, selain menyajikan menu masakan lain seperti lalapan bebek dan ayam tapi memang yang spesial adalah sate kelinci,” Continue reading “Kuliner Daging Kelinci di Kota Batu”

Rawon Brintik Malang

Terminal Arjosari – Malang dikenal sebagai surganya kuliner lawas, salah satu yang dikenal masyarakat luas adalah Rawon Brintik. Warung makan tersebut sudah berdiri sejak tahun 1942, atau pada saat Jepang memasuki Indonesia setelah mengalahkan Belanda. Jika ke Malang dan belum menemukan rasa rawon yang pas, tidak ada salahnya mencoba kuliner ini.
Rawon Brintik sangat mudah ditemukan karena berada di pusat kota. Tepatnya di Jl. KH. Ahmad Dahlan 39, Malang. Memiliki ruangan yang tidak terlalu besar, penampakan warung ini masih terkesan kuno. Menurut pemiliknya, Hj. Maslika, kesan lama memang dipertahankan turun temurun. Dirinya sebagai generasi ketiga alias cucu pendiri warung ini hanya bisa meneruskan. Kalaupun ada perubahan adalah mengecat di bagian tertentu yang telah kusam.
Kesan klasik muncul saat masuk ke warung tersebut, dengan kursi dan mejanya berderet panjang. Tersedia juga toples hijau besar klasik sebagai tempat krupuk yang ada di setiap meja. Menu andalan warung ini adalah semur daging dan rawon.
“Dulu kakek berjualan rawon di daerah pertukangan (Jalan Gatot Subroto, red). Awalnya memang kita berjualan di rumah sendiri, tetapi lambat laun penggemar rawon ini bertambah sehingga tidak mencukupi lagi jika harus berjualan dirumah. Akhirnya di tahun 1974 boyongan ke jalan Achmad Dahlan 39 yang tempatnya sedikit lebih luas ini,” terang Maslikha kepada Malang Post.
“Nama Rawon Brintik berasal dari nenek moyang kita yang bernama Nafsiah. Beliau dikenal punya rambut brintik (keriting, Red). Entah siapa yang memulai, para pembeli menyebut nama rawon dengan embel-embel brintik untuk membedakan dengan warung rawon lain. Karena saat itu masih belum punya nama, akhirnya nama Warung Brintik menjadi nama dan terkenal hingga sekarang,” lanjutnya.
Maslikha adalah generasi ketiga dari warung ini. Karena dirinya meneruskan usaha kuliner ini dari ibunya, Samiati. Ciri khas rawon yang punya daging empuk dipertahankan hingga sekarang.
Selain rawon, di warung juga menyediakan menu lain yang bisa dipilih, yaitu ayam bumbu rujak, ayam kare, nasi campur, hingga pecel. Masakan di warung ini terasa spesial karena mereka menggunakan ayam kampung sebagai bahan utama masakan tersebut. Untuk lauk selain krupuk udang dan melinjo, disana juga terdapat tempe dan perkedel.
Harganya cukup terjangkau karena untuk rawon hanya membayar minimal Rp. 20 ribu atau harga bisa bertambah sesuai dengan lauk yang diminta. Sementara itu, Maslikha menambahkan untuk jam operasional Rawon Brintik buka sejak pagi pukul 05.00,  warung ini sudah ramai pengunjung. Terutama para pekerja kantoran yang masuk pagi dan belum sempat sarapan di rumah. Bahkan tidak jarang ada yang tidak mendapatkan tempat kareba begitu ramainya.

SUP Buntut ala Warung Anda

Terminal Arjosari – SUP Buntut, Asam-asam iga dan gurami bakar tentunya sangat enak diolah dengan bumbu apapun. Tapi bagaimana jika bumbu yang dipakai adalah resep warisan leluhur yang dijaga kualitasnya. Menu ini bisa Anda jumpai di Warung Anda yang ada di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kepanjen. Apalagi, pemilik warung selalu menyajikan masakan dalam kondisi fresh, dimasak ketika ada pesanan.

Warung milik ibu Sri Murti Handayani atau yang biasa dipanggil Ibu Mien ini berada di sebelah selatan Mapolres Malang. Dari Kota Malang, perjalanan bisa ditempuh sekitar 45 menit. Bagi Anda yang bepergian ke wilayah Kepanjen atau sekadar melintas saat lebaran, tidak salahnya untuk mampir dulu. Karena selama lebaran, Warung Anda ini tetap buka seperti biasanya.
“Lebaran kami tetap seperti biasanya. Mulai pukul 06.00 WIB- 21.00 WIB. Karena justru lebaran, banyak orang yang datang untuk makan,” ujar Ibu Mien ini.
Ada 55 jenis menu makanan yang tersaji di Warung Anda, semua adalah makanan khas Jawa. Mulai menu ringan, hingga menu masakan berat. Begitu juga dengan minuman, ada puluhan menu yang bisa dipesan sesuai selera pengunjung.
Sup buntut, sup buntut goreng, asam-asam iga serta gurami bakar, adalah menu masakan andalan di Warung Anda. Banyak pengunjung yang memesan menu masakan tersebut. Karena masakan menu andalan tersebut, memiliki rasa yang jauh berbeda dengan masakan di warung lainnya.
“Sup buntut, sup buntut goreng dan asam-asam iga, kami masak ketika ada pengunjung yang memesan, sehingga cita rasanya khas. Sup buntut kami terasa sedap, segar dan gurih,” terang wanita kelahiran 29 Juli 1956 ini berpromosi.
Begitu juga dengan gurami bakar. Bumbunya juga berbeda dengan gurami bakar pada umumnya. Semua bumbu menggunakan rempah-rempah yang segar. Saat dimakan, baik ikan serta bumbunya terasa di lidah. Pokoknya, sangat menggoda dan akan terus merasa ketagihan.
Termasuk dengan menu masakan lainnya. Soal rasa dan kelezatannya, masakan Warung Anda ini, tiada duanya. Begitu juga dengan kebersihan makanannya, juga sangat dijaga. “Karena untuk bumbu makanan saya sendiri yang membuat dan mengawasinya. Supaya rasa makanan selalu sedap dan terjaga kelezatannya,” kata dia.
Khusus untuk makanan yang menjadi andalan di Warung Anda saat lebaran nanti, pengunjung tidak perlu khawatir kehabisan. Karena ada tambahan porsi untuk sup buntut, sup buntut goreng dan asam-asam iga. Dari biasanya yang menyediakan 15 kilogram per hari, akan disediakan 40 kilogram.
“Untuk harga kami tidak akan menaikkan. Harga tetap sama seperti biasanya. Yang jelas, terjangkau, pengunjung bisa merasakan kepuasan setelah makan di tempat kami,” urainya.

Sate Kambing Mesir di Kota Batu

Terminal Arjosari – MENIKMATI sate kambing, itu sudah biasa. Tapi menu sate kambing di Warung Mesir pantas dicoba. Warung yang berada di Jalan Diponegoro, Kota Batu ini mengandalkan Sate Kambing Mesir sebagai menu favoritnya.
Haidar Ghatan Thalib, salah satu pemilik Warung Makan Mesir mengatakan, jika Sate Kambing Mesir ini sudah ada sejak warung ini berdiri 1976. Bahkan, Sate Kambing Mesir ini juga yang membuat Warung Makan Mesir menjadi besar dan terkenal hingga saat ini.

Menu favorit ya sate kambing,” katanya.
Haidar sendiri mengaku tidak tahu kenapa Sate Kambing Mesir menjadi favorit. Tapi yang jelas, daging kambing yang digunakan untuk Sate Kambing Mesir bukanlah daging biasa. Daging yang digunakan adalah daging pilihan, dari kambing yang disembelih.
“Dagingnya adalah daging paling halus dari badan kambing. Makanya empuk, sehingga siapapun bisa memakannya,” kata Haidar.
Selain daging kambing pilihan, bumbu sate yang digunakan pun bukan bumbu sembarangan. Selain menggunakan rempah tradisional, untuk bumbu sate juga menggunakan rempah dari Arab. Lantaran itulah yang membuat Sate Kambing ini memiliki rasa lain dari pada yang lain.
“Kalau disuruh membandingkan saya tidak tahu, karena saya belum mencoba sate selain di sini. Tapi dari dagingnya yang empuk dan rasa gurih serta manisnya daging kambing ini, saya bisa memastikan Sate Kambing Mesir paling enak rasanya,” ujarnya.
Haidar mengatakan, daging kambing untuk Sate Mesir ini diperoleh dari kambing yang disembelih sendiri. Para pekerja kemudian dengan cepat memilih dan memilah daging. Karena dari satu ekor kambing, tidak semua dagingnya digunakan untuk sate. Daging pilihan itupun dipotong-potong sesuai ukuran.
Selanjutnya karyawan lain menusuk daging dengan tusukan sate. Setelah siap, sate pun dibakar.
Di atas arang bau harum sate pun dapat dicium. Bahkan aromanya yang khas membuat orang yang ada disekitar merasa keroncongan hanya mencium aromanya saja.
Proses membakar tidak terlalu lama. Ya itu karena daging yang digunakan adalah daging pilihan.
Bumbu kacang yang diaduk dengan kecap, dan diberi bawang menjadi pelengkap menu Sate Kambing Mesir.
“Kalau bentuknya sama seperti sate kambing pada umumnya. Tapi rasanya sangat luar biasa,” kata pria 53 tahun ini.
Karena rasanya yang nikmat, tidak kurang dari 600 tusuk dipesan pelanggan setiap harinya. Terlebih saat hari libur, sate kambing yang dipesan bisa mencapai 900 tusuk. Tidak terkecuali saat musim libur lebaran ini, pelanggan yang datang  umumnya memesan sate kambing. “Sebetulnya kami menyediakan berbagai menu. Mulai menu daging kambing, menu daging ayam, dan menu daging sapi. Pelanggan bisa memilih, tentu saja rasanya nikmat,” kata Haidar.

Kue Sus Kering Isi Coklat

Usaha jajanan atau makanan kering (kue kering) merupakan bisnis yang menguntungkan dan memiliki prospek sangat cerah. Apalagi memasuki hari lebaran Keuntungan yang didapat bisa berkali-kali lipat dari modal yang digelontorkan. Namun, usaha makanan ringan ini mempunyai banyak saingan dan bersifat momentum saja.
Variasi makanan yang itu-itu saja juga membuat pelanggan terkadang bosan. Namun ditangan Ines Farah Mufida, dibuatlah  jajanan kering yang beda dari yang lain, dengan membuat kue sus yang beda dari kue sus kering  pasaran. Jajanan ini mengusung brand Mamakey Soes yang bertempat di Jalan Gondomono Sengguruh Kepanjen Malang.
Mamakey Soes merupakan usaha rumahan yang bediri pada tahun 2013. ”Nama Mamakey yang berarti mama atau ibu dan key yang merupakan bahasa inggris dari kunci. Saya berkeinginan usaha ini merupakan awal kunci kesuksesan saya dengan berkat rahmat dan dukungan ibu saya, usaha ini dapat berjalan sampai saat ini,” ujar Ines perihal nama produknya.
”Awal usaha ini saya tekuni karena saya ingin membantu ekonomi keluarga untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan kuliah, selain itu saya tetap berkeinginan dari kecil dengan ingin berdagang, dengan modal dan dukungan tersebut saya berani membuat produk buatan sendiri,” lanjutnya.
Pada tahun pertama pemilik hanya berjualan kue kering lebaran pada umumnya seperti nastar, kastengel dan lain-lain hingga sekarang . Namun dirasa kurang menghasilkan, sehingga pada tahun 2015 pemilik berfikir untuk membuat jajanan sendiri yang tidak didapat pada saat lebaran saja namun setiap saat ada untuk menemani diwaktu santai maupun mengerjakan tugas.
Produk Mamakey Soes banyak dinikmati oleh berbagai kalangan, banyak pesanan dari kalangan remaja sampai orang tua menunjukkan kesukaannya dengan aktif memberikan testimoni di media online Mamakey Soes di instagram. Kebanyakan mereka menyukai kue kering yang coklat isiannya smooth, membuat lumer di mulut dan yang pasti enak.
”Saya membuat soes kering dengan isian coklat karena perpaduan rasa yang dihasilkan crunchynya soes atau tekstur kering dan lumernya coklat mamakey banyak disukai mungkin karena hal tersebut yang membuat khas dari produk saya,” jelas Ines meyakinkan harga produknya terjangkau.
Namun meski tidak harus merogoh kantong terlalu dalam, Mamakey Soes tidak melupakan kualitas produk dengan tetap menggunakan bahan pilihan, bahan makanan yang sesuai  dan higienis dalam pembuatannya. Walaupun harga terjangkau dan produk rumahan namun kualitas tetap diutamakan.
Mamakey Soes juga menyediakan pesan antar, hal ini perwujudan rasa nyaman dan praktis serta memudahkan konsumen untuk menikmati Mamakey Soes. Namun dengan wilayah orderan  sekitar kampus UM dan UB

Pede Sedep, Kuliner Pedas di Malang

Hari ini, aneka booth kuliner pedas meramaikan acara PedeSedep yang digelar Be Outstanding Event Organizer bekerja sama dengan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda (BPC Hipmi) Malang.

“Kami melihat potensi luar biasa dari bisnis kuliner makanan pedas di Kota Malang. Kuliner ini sangat diminati masyarakat,” kata ketua pelaksana, Cahya Fujiyama, kepada kami.

PedeSedep diikuti oleh 50 booth makanan pedas dan 20 booth makanan/minuman. Selain makanan, acara turut diramaikan dengan penampilan band dan DJ performance. Animo pengunjung sangat bagus mengingat acara sangat dipadati pengunjung sejak tadi siang hingga malam ini.

“Semoga masyarakat semakin tahu kalau di Kota Malang banyak sekali ragam kuliner masakan pedas,” tutupnya.