Wisudawan Terbaik Unikama 2016

Segudang aktivitas dan prestasi. Itulah yang melengkapi wisudawan terbaik Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Mohammad Binarlal Setiadi yang mengikuti wisuda siang tadi.

Binarlal lulusan terbaik dari Fakultas Bahasa dan Sastra, Program Studi Sastra Inggris  dengan IPK 3,92.

Mahasiswa kelahiran  Pekanbaru (Riau) 17 september 1989 ini memiliki riwayat pendidikan yang cukup unik. Ia lulusan SDN Bareng 1 Malang dan meraih predikat nilai kelulusan terbaik, dan meneruskan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang merupakan Sekolah terkemuka, SLTPN 1 Malang, lalu melanjutkan ke SMAN 3 Malang, tapi tidak sampai selesai.

“Saya tidak sampai lulus di SMAN 3, ada hal yang tidak bisa saya teruskan di sana” ungkapnya putra pasangan Mohammad Basyori dan Ibu Lindawaty.

Pada tahun 2009-2012, dia melanjutkan ke PKBM Srikandi, sebagai bukti semangatnya untuk menuntut Ilmu. Pada tahun 2012, dia diterima di Universitas Kanjuruhan Malang, masuk Fakultas Bahasa dan Sastra, Program Studi Sastra Inggris, karena minat besar di dunia literatur.

Sebelum masuk ke jenjang perguruan tinggi, dia pernah bekerja sebagai waitress, chef, employee dan kasir.

Terbiasa kerjakeras, setelah masuk ke Unikama, dia juga aktif di organisasi, seperti HMPS, SMF dan English Debate Community. Dan Pernah ikut Hotel dan Restaurant Training, Broadcasting Training, Debate Camp se Kampus Malang di Coban Rondo 2014. Serta pernah mengisi di acara One Day Seminar 2015.

Bukan hanya itu, ia juga pernah menjadi juara 1 lomba Presenting dan Reading Poem di Kompetisi EDSA. Hingga lulus dengan Predikat Cumlaude 3.92 di Unikama.

“Saya sangat bangga bisa menjadi yang terbaik, terutama setelah melihat orang tua saya ikut bangga dengan apa yang telah saya capai,” ungkapnya saat diwawancara.

Hobbinya menulis novel dan cerpen, dan membaca segala jenis artikel atau novel misteri, menonton film, travelling, olahraga ekstrim arung jeram dan wisata kuliner.

Binarlal mengaku tidak pernah mendapatkan beasiswa, dan juga tidak pernah mengajukan beasiswa, walaupun dia mengaku sangat tertarik S2 ke UGM ambil ilmu sastra. Dia juga ingin ke luar negeri kalau ada beasiswa untuk ke sana.

“Sekarang saya masih fokus dulu jadi asisten dosen ngerjakan jurnal, kemungkinan tahun depan saya mau mengajukan beasiswa lewat LPDP atau yang lain,” katanya.

UNIRA Malang Kembangkan Kampus Diplomasi Internasional

Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang mengembangkan universitas sebagai media diplomasi internasional.

Hal ini dilakukan, agar mahasiswa dapat memahami kondisi ekonomi-politik global dan menjadi agen dari misi pendidikan Indonesia. Misi ini tercermin, dalam Ambassador Lecture “Comprehensive Interactive  an Efficient Approach for ASEAN-China Economically and Socially Integration”, di Auditorium Unira, Malang).

Agenda ini dihadiri oleh Tim Young (Executive Board of Jakarta Foreign Correspondents Club and Chief of Correspondent of CED ASEAN Bureau).

Dalam agenda ini, Rektor UNIRA, Hasan Abadi, M.AP mengungkapkan bahwa pimpinan kampus berusaha mendorong UNIRA sebagai universitas yang berjejaring di level internasional dan menjadi media diplomasi.

“Kami ingin agar UNIRA berjejaring tidak hanya di level nasional, namun juga internasional. Dengan kedutaan China, kami sedang menjalin kerjasama tentang pengembangan masyarakat, di antaranya Green Technology dan peningkatan SDM perempuan desa,” terang Hasan Abadi, yang juga Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Malang.

Tim Young, dalam Forum Ambassador Lecture, mengungkapkan bahwa Indonesia dan China harus bersama-sama mengembangkan potensinya.

“Hubungan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan China perlu diintensifkan lagi, tidak hanya dalam politik dan ekonomi, namun juga dalam pendidikan, kebudayaan dan dimensi sosial,” terang Tim Young, yang menjadi Executive Board Member of Jakarta Foreign  Correspondent Club.

Dalam analisanya, Tim Young berharap generasi muda, khususnya akademisi UNIRA Malang, memahami peta diplomasi global, sekaligus berperan aktif dalam perbaikan bangsa.

“Saya harap, dengan kerjasama antara pemerintah dan beberapa lembaga China dengan kampus UNIRA, akan terbentuk kesepahaman dalam pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi di antara kedua negara,” ungkap Tim.

Dia berharap, kerjasama China dan Indonesia  dalam pengembangan infrastruktur, khususnya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dapat terealisasi dengan maksimal.

“Kami berjanji dengan Presiden Joko Widodo agar proyek ini selesai sebelum tahun 2019. Jadi, kami berharap dukungan dari semua pihak agar dapat bekerja efektif,” jelas Tim Young.

Agenda Ambassador Lecture merupakan kerjasama antara Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) UNIRA dengan Economic Daily-JFCC, untuk peningkatan pemberdayaan masyarakat dan diplomasi internasional. Saat ini, UNIRA dan beberapa lembaga dari China sedang menjalin kerjasama dalam pengembangan riset dan pemberdayaan.

Hanya 20% lulusan SLTA bisa ke Perguruan Tinggi

Tidak semua lulusan sekolah menengah atas dan sederajat, atau hanya sekitar 75 persen yang dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” ungkap Drs. H. Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur saat menutup Oshika (Orientasi Kehidupan Kampus) Maba  (Mahasiswa Baru) Unisma, di Halaman Kampus Universitas Islam Malang, Rabu kemarin (16/9/2015).

Lebih lanjut dijelaskan, tidak semua lulusan sekolah dasar atau sederajat dapat meneruskan ke pendidikan yang lebih tinggi (SMP/ sederajat), hanya 75 persen. Dan hanya 75 persen dari lulusan SMP/ sederajat yang dapat meneruskan ke jenjang SLTA/sederajat. Jadi hanya 50 persen dari lulusan sekolah dasar yang dapat meneruskan ke jenjang SLTA atau sederajad.

Perguruan Tinggi Malang
Perguruan Tinggi Malang

Continue reading “Hanya 20% lulusan SLTA bisa ke Perguruan Tinggi”