Oskab Kotak Malang

Mendengar nama Malang pasti langsung terbesit dalam benak kita mengenai makanan berkuah, Bakso. Di kota seribu bakso ini anda dapat menemukan berbagi jenis bakso di tempat-tempat kaki lima hingga bintang lima.

Terbuat dari daging sapi dengan siraman kuah pedas, membuat makanan ini melegenda dan disukai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Kian hari, bahan pembuatan bakso mengalami berbagai perkembangan yang pesat. Kini dapat ditemukan dengan mudah beragam jenis bakso. Mulai dari bakso bakar, bakso ikan, bakso telur dan berbagai macam jenis bakso dapat anda temukan di Malang.

Nah, menu bakso di Kafe Bakso Kotak Oskab Ngalam ini dapat dijadikan referensi bagi anda pecinta makanan pedas. Malang juga terkenal dengan beragam menu pedasnya, seperti Mie Setan. Hal tersebut turut menjadi inspirasi lahirnya bakso dengan cita rasa pedas.

Di sini,  anda juga bisa menyantap makan dengan bentuk yang tidak kalah unik. Jika  biasanya bakso kerap diidentikan dengan bentuknya yang bulat, maka berbeda halnya dengan yang satu ini: ‘oskab ngalam’ kotak. Seperti namanya, bakso ini berbentuk kotak!

“Bakso ini pedas banget, suka sama bentuknya yang unik. Kan jarang ada bakso yang  bentuknya unik gini” ujar Halimah, salah seorang mahasiswi asal Nusa Tenggara Timur kepada MalangTIMES.com saat itu.  Menurutnya bakso yang dijual enak, unik, dan sesuai dengan kantong mahasiswa.

Mahasiswi kelahiran 1994  itu juga menambahkan, kafe yang terletak di Jl. Kawi Atas 43C tersebut juga lebih  praktis, karena konsumen dapar memesan secara delivery. Selain bakso, di Kafe yang telah dibuka dari tahun 2007 itu juga menawarkan berbagai jenis keripik dan makanan ringan lainnya. Untuk urusan kebersihan, Anda tidak harus khawatir karena produk-produk tersebut sudah memiliki izin dari Kementerian Kesehatan.

Bakso Bakar Pak Man

Soeparman mulai merintis usaha berjualan bakso sejak tahun 1955, di Situbondo. Pria yang akrab disapa Pak Man ini berjualan bakso biasa dengan gerobak dorong, karena dia seorang diri menjadi tulang punggung keluarganya. Hanya dengan modal seadanya, dia nekat membuka warung bakso.

Setelah mengalami jatuh bangun berjualan di daerah Situbondo, Soeparman akhirnya memindah usahanya ke daerah Jember pada tahun 1965. Dia mendorong dan menjual gerobak baksonya seorang diri. Lama berjualan di Jember, membuat Soeparman ingin menambah pengalamannya dalam berjualan bakso. Akhirnya, dia mulai usaha berjualan bakso di Malang sekitar tahun 1997. ”Saya ingat peristiwa itu. Waktu Presiden RI Habibie jalan-jalan ke Pasar Besar, saya bakar bakso,” ucapnya sambil bersemangat.

Bakso Bakar Pak Man
Bakso Bakar Pak Man

Continue reading “Bakso Bakar Pak Man”