Wisata Kuliner di Malang yang Harus di Coba

Sederet kuliner dan jajanan lokal yang ada di Kota Malang memang mampu menggoda lidah. Mulai dari jajanan pinggir jalanan yang ramah kantong, makanan di hotel berbintang, sampai kuliner lawas yang jumlahnya seabrek dan siap menyapa para pecinta kuliner.

Seperti kita ketahui, selain dikenal sebagai Kota Pendidikan, Malang memang akrab sebagai kota wisata, utamanya wisata kuliner dan belanja. Ketika berkunjung ke Kota Malang, sayang banget deh kalau mggak mencoba mencicipinya.

Bakso

Kuliner andalan pertamanya adalah bakso. Bakso di kota yang berjuluk sebagai Kota Bunga ini memang sangat khas. Berbeda dengan kebanyakan kota lainnya. Pedagangnya pun memiliki banyak cara untuk menyajikannya.

Ada bakso mercon, bakso keju, bakso kerikil, hingga bakso berukuran jumbo. Kudapan yang satu ini memang selalu bikin siapa saja ngiler. Nggak hanya di pinggiran jalan, jajanan yang satu ini juga dapat ditemui di restoran, cafe, hingga hotel berbintang loh.
Ini Dia Wisata Kuliner Kota Malang yang Wajib Dicoba, Penasaran kan?
Penampakan bakso beranak @istimewa

Beberapa bakso yang banyak diburu pelanggan diantaranya bakso kota Cak Man yang ada di Jl. WR. Supratman C1 Kav. 13-14, Jl. Jendral S. Parman No.1, Jl. Bantaran, Jl. Ciliwung, dan Jl. Soekarno Hatta No.22.

Kemudian ada Bakso Bakar Pak Man di Jalan Diponegoro No. 19, Bakso Gun di Jl. Kawi Atas No. 41, hingga Bakso President yang ada di Jl. Batanghari No. 5. Selain itu, masih ada banyak lagi bakso kenamaan yang bikin ngiler.

Cwi Mie

Selanjutnya ada cwi mie dan banyak olahan berbahan dasar mie lainnya. Olahan yang satu ini memang mampu membuat lidah para pecinta kuliner ketagihan. Ada banyak tempat yang bisa dijujuk untuk panganan yang satu ini.

Diantaranya seperti Depot Hok Lay yang dikenal sangat legendarisnya, sejak tahun 1946. Depot yang beralamatkan di Jl. KH. Achmad Dahlan No. 10. Malang ini nggak hanya dikenal dengan cwie mienya saja, tapi juga beberaoa olahan lain seperti lumpia dan minuman rumahan berupa Fosco.
Ini Dia Wisata Kuliner Kota Malang yang Wajib Dicoba, Penasaran kan?
cwie-mie @istimewa

Selain itu juga ada Gloria Cwie Mie, Mie Kudusan, hingga Cwie Mie khas dari Depot Gang Djangkrik. Rata-rata cwie mie yang juga sudah dipasarkan di berbagai pusat perbelanjaan di Kota Malang ini dibandrol mulai dari Rp 11 ribuan aja guys.

Ice Cream Toko Oen

Nggak boleh ketinggalan, kalian juga wajib mencicipi Ice Cream khas Belanda, Toko Oen ya guys. Rumah makan yang ada sejak tahun 1930 ini memang masih menonjolkan unsur Hindia-Belandanya dan cocok buat kalian yang ingin merasakan suasana jadul.

Mulai dari kursi, meja, etalase kue kering, hingga para pelayannya pun menggunakan pakaian khas Hindia-Belanda. Makanan yang paling banyak diburu disini memang ice cream yang dikenal sangat lumer.
Ini Dia Wisata Kuliner Kota Malang yang Wajib Dicoba, Penasaran kan?
ice cream Toko Oen @istimewa

Beberapa ice cream yang dapat dicicipi antara lain Basic (single scoop) dengan rasa vanila, stroberi, cokelat, moka, dan gula jawa durian. Selanjutnya untuk old favorit ada tutti frutti, peach melba, banana split, domino dan sonny Boy, dan banyak lagi jenis lainnya.

Tak hanya itu, masih ada banyak jenis kuliner baru yang juga patut kalian coba loh guys. Seperti jajanan pinggir jalan, Sempol yang saat ini juga banyak disuguhkan di hotel berbintang, dan beragam olahan kopi.(pit/zuk)

Sempol Kari Apel Ala Hotel Gets Malang

Sempol, jajanan yang satu ini sudah pasti nggak asing lagi ya guys. Biasanya, abang di pinggir jalan membuatnya dengan daging ayam dan adonan khusus.

Lantas, kira-kira bagaimana ya, kalau Sempol itu dikreasikan dengan buah apel dan cita rasa hotel berbintang? Pasti yummy banget deh.

Karena pamornya yang tinggi itu, Gets Hotel Malang pun mencoba mengkreasikannya dengan inovasi baru. Sajian sempol ini dibuat dengan bahan utama daging ayam dan apel Malang. Penasaran seperti apa bikinnya? Berikut ini resep yang dibagi oleh Excecutive Chef Gets Hotel Malang, Chef Karyono.

Menurutnya, bahan yang dibutuhkan untuk membuat jajanan ini sangat mudah. Mulai dari bawang merah, bawang putih, merica bubuk, bumbu kari apel, santan, kaldu ayam, tepung terigu, hingga tepung kanji. Tidak ketinggakan, buah apel dan telurnya juga ya guys.

“Cara membuatnya pun sangat mudah,” katanya pada Media.

Langkah pertama yang harus kalian lakukan menurut Chef Karyono adalah mencincang daging ayam terlebih dulu. Selanjutnya, daging diblander bersama bawang merah dan bawang putih. Setelah halus, tambahkan bumbunya seperti gula, garam, merica bubuk, kaldu ayam, bumbu kari ayam, tepung terigu, tepung kanji, sedikit santan dan telur.

“Semua diaduk menjadi satu, lalu jangan lupa setelah dimasukkan semua tambahkan daging apel yang juga dicincang, dan aduk lagi hingga rata,” tambahnya.

Setelah adonan menyatu, maka langkah berikutnya adalah membentuk adonan tersebut layaknya sate lilit atau sempol, dengan menggunakan tusuk sempol. Setelah selesai, maka adonan tersebut direbus di dalam adonan kari apel sampai matang.

Setelah matang dan bumbu meresap, maka langkah selanjutnya adalah menggorengnya dengan minyak yang panas. Sebelumnya, baluri sempol dengan telur yang telah dikocok. Tapi apabila tidak suka digoreng, maka kalian bisa nemanggangnya loh guys.

“Tanpa dipanggang atau digoreng pun, sebenarnya setelah direbus juga bisa dikonsumsi,” tambah pria ramah ini.

Lanjut, untuk membuat saus kari apelnya guys. Bahan utamanya, masih tetap apel Malang yang ditambah dengan sambal dan bumbu kari. Semua bahan dimasak menjadi satu layaknya saus pada umumnya.

Setelah selesai, sempol dan saus kari apelnya yang menggoda itu bisa disajikan selagi masih hangat ya guys. Selain ada kenikmatan bumbu kari yang kental dan meresap, krunchi apel yang dicincang pun masih sangat terasa loh guys, plus asemnya yang menggoda.

Sementara itu, Media Relations Gets Hotel Malang, Andina Paramitha menambahkan, pihak hotel memang sengaja membuka cooking class bagi tamu yang penasaran untuk mengolah berbagai sajian khas hotel berbintang. Sehingga, tamu juga dapat berkreasi dengan olahan yang nantinya akan dinikmati.

“Hidangan yang kami sajikan sebenarnya juga banyak foodstreet, dan dengan kemasan yang berbeda,” ujarnya.

Sedangkan untuk olahan sempol itu sendiri menurutnya dibandrol Rp 10 ribu dan untuk cooking class Rp 75 ribu per orangnya. Selain cooking class, pihak hotel juga menyediakan Latte Art, dan cocok buat kalian yang ingin belajar melukis dengan kopi di atas sebuah cangkir.

Bakso Es Gunung Kepanjen

Depot Es Gunung, merupakan salah satu tempat kuliner legendaris di Kabupaten Malang yang hingga kini masih eksis dengan menu andalannya yakni es gunung dan bakso gunung.

Berdiri sejak tahun 1994, depot yang terletak di Jalan Ahmad Yani No. 35 Kepanjen atau tepatnya deretan ruko depan Pasar Besar Kepanjen ini telah menjadi tempat makan favorit para keluarga dan para pecinta kuliner di Kabupaten Malang, khususnya Kepanjen.

Salah satu pelanggan, Deris mengatakan jika depot ini menjadi favoritnya selain harga yang terjangkau, rasa es gunung dan baksonya sangat pas di lidah.

“Favorit ini mas, saya selalu kesini kalau ke Kepanjen,” ujar Deris saat ditemui di Depot Es Gunung, Sabtu (8/4).

Depot ini telah dikelola turun temurun sejak 23 tahun lalu, hingga saat ini dikelola oleh Wiwid. Depot Es Gunung ini juga sempat membuka cabang di Blimbing Kota Malang namun tidak bertahan lama dan akhirnya hanya buka di Kepanjen.

Untuk rahasia kelezatan Es Gunung sendiri sang pengelola mengatakan jika itu telah diwariskan secara turun menurun dari dulu pertama buka.

“Pembuatan resep sirup untuk es gunung itu kita tetap memakai resep keluarga,” jelas Wiwid.

Satu porsi es gunung sendiri harganya Rp 8.500, dan untuk bakso gunung Rp 17.500, selain itu ada berbagai varian menu lainnya yang disesuaikan dengan selera pelanggan. Depot ini buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 20.30 WIB.

Kabarnya, Depot Es Gunung ini juga menjadi tempat langganan istri Bupati Malang, Hj. Jajuk Rendra Kresna. Selain itu, Mantan Wali Kota Malang, Peni Suparto memasukkan Depot Es Gunung sebagai jujugan wajib para pecinta kuliner dalam pengantar buku 25 Kuliner Khas Malang.(mas/zuk)

Air Terjun Talempong Malang

Air Terjun Talempong di Desa Talempong, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjadi tujuan wisata baru pada hari libur akhir pekan (weekend) masyarakat setempat maupun luar daerah.

Objek wisata Air Terjun Talempong masih cukup alami, oleh karena itu pemerintah kabupaten akan terus mempromosikan wisata alam air terjun tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Pemerintah Kabupaten Situbondo, Basuki mengatakan pemerintah kabupaten lewat Dinas Pariwisata pada tahun 2018 akan menganggarkan untuk pengembangan objek wisata air terjun itu, seperti menyediakan fasilitas pendukung di sekitar air terjun.

Beberapa fasilitas yang perlu dibangun di antaranya tempat istirahat di sepanjang jalan desa menuju lokasi wisata agar pengunjung bisa menikmati pemandangan alam yang lain dan sarana penunjang lainnya di lokasi wisata.

“Untuk tahun ini kami (Pemkab) masih fokus melakukan pengembangan objek wisata di Waduk Bajulmati, Kecamatan Banyuputih dan objek wisata Pantai Tampora yang juga ada di Kecamatan Banyuglugur,” tuturnya.

Salah seorang pengunjung wisata lokal Situbondo, Irwan mengatakan bahwa dalam mengembangkan wisata alam harus ada langkah-langkah prioritas karena perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah akan semakin terarah.

Menurutnya, wisata air terjun di wilayah barat Situbondo itu potensinya sangat bagus dan karenanya ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkrit utamanya promosi wisata dan pembangunan infrastruktur jalan.

“Dalam promosi wisata memang bukan hanya tugas pemerintah, akan tetapi membutuhkan kekompakan dan dukungan dari berbagai elemen dan pemerintah daerah sebaiknya lebih berperan dalam menyediakan fasilitas pendukung,” ujarnya.

Jalur Pendakian Gunung Semeru Dibuka

Kabar menggembirakan bagi pecinta hiking datang dari Gunug Semeru.

Pasalnya, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bakal membuka kembali jalur pendakian Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Malang-Lumajang, Jawa Timur.

Hal tersebut dipastikan oleh Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie dalam siaran pers, Selasa (4/4).

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru di Kantor Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II pada Senin (3/4), maka pendakian Semeru kembali dibuka mulai Rabu (5/4) besok,” ujarnya.

Menurutnya frekuensi hujan di seluruh kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru selama bulan Maret 2017 cenderung menurun atau tidak terlalu ekstrem, sehingga dinilai aman untuk membuka jalur pendakian gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut tersebut.

Ia mengatakan pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru didahului dengan berbagai macam kesiapan pengelola untuk memastikan bahwa jalur mendaki ke Semeru tersebut layak dan kondusif untuk kegiatan pendakian.

“Sebelum membuka pendakian Gunung Semeru untuk masyarakat umum, petugas TNBTS sudah melakukan pengecekan atau survei jalur pendakian, kemudian perbaikan sarana-prasarana sepanjang jalur pendakian, rapat koordinasi dengan stakeholder, termasuk dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berkaitan dengan rencana pembukaan jalur pendakian Semeru,” imbuhnya.

John juga berharap pendaki domestik dan mancanegara yang melakukan pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Jawa itu ikut menjaga kelestarian ekologi kawasan TNBTS dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Sebelumnya, jalur pendakian sempat ditutup sejak 4 Januari 2017 lalu karena faktor kondisi pendakian jalur yang banyak mengalami kerusakan serta kondisi yang cenderung memburuk disertai hujan lebat. Demikian dikutip dari Antara.(zuk)

Sumur Windu Ken Dedes di Singhasari

Sumur Windu Ken Dedes, sebagai salah satu situs bersejarah di Kota Malang memiliki beragam eksotisme yang patut diperhatikan. Situs keagamaan ini dipercaya memiliki hubungan yang kuat dengan berbagai situs yang ditemukan di sekitarnya.

Sumur Windu yang memiliki arti sumur tak berujung ini letaknya berada di luar pagar cungkup, yaitu di sebelah barat dan utara. Diduga, situs ini juga berhubungan dengan situs Joko Lulo yang ada disebelah timurnya serta lorong bawah tanah yang ditemukan di Polowijen Gang II.

“Dan dipercaya ada jalan bawah tanah dari Polowijen ini menuju Kerajaan Singhasari, yang juga diyakini sebagai jalan menyimpan harta karun,” kata perwakilan juru kunci Sumur Windu Ken Dedes, Sugianto kepada MalangTODAY, Minggu (2/4).

Menurutnya, lorong bawah tanah yang terletak di Polowijen Gang II dan masih berhubungan dengan Sumur Windu Ken Dedes tersebut telah ditutup pagar. Masyarakat pun dilarang untuk memasukinya. Sebab banyak terjadi peristiwa yang tak diinginkan, oleh karenanya menurut warga setempat dianggap berbahaya.

Sementara di dalam kompleks sumur ternyata juga terdapat banyak penemuan bersejarah. Salah satunya Watu Kenong (batu umpak) atau batu berbentuk menyerupai gong. Batu berusia ratusan tahun itu sebelumnya juga sempat menghilang, dan kembali ditemukan ditempatnya semula.

“Batu tersebut pernah hilang, dan tiba-tiba saja kembali sendiri,” tambah pria berusia 50 tahun ini.

Tak hanya itu, dia juga bercerita, sumur yang saat ini ditutup itu dulunya merupakan kompleks diletakkannya patung asli dari Ken Dedes. Namun karena keindahannya, patung yang dipahat sejak ratusan tahun lalu itu dibawa ke Belanda. Kini, patung tersebut sudah dikembalikan ke Indonesia dan disimpan di Museum Nasional.

“Patung Puteri Ken Dedes konon mengeluarkan cahaya pada bagian kening dan kaki. Sehingga dibawalah ke Belanda,” urai Sugianto.

Dia menyebutkan, situs tersebut juga diyakini erat kaitannya dengan Puteri Ken Dedes dan Kerajaan Majapahit. Menurutnya, perempuan yang digambarkan memiliki paras ayu itu dibesarkan di Polowijen. Sebelum akhirnya diboyong ke kerajaan Singhasari oleh Raja Ken Arok.

“Sedangkan orangtuanya adalah Pendeta Agama Budha Mpu Purwa di Panawijen atau Eyang Purwonoto,” tambahnya.(pit/zuk)

Kampung Budaya Polowijen Malang

Kota Malang baru saja menghadirkan destinasi wisata baru loh guys. Kampung yang diinisiasi oleh warga Kelurahan Polowijen itu diberi nama Kampung Budaya Polowijen.

Lantas, apa saja ya keseruan yang ada di sana? Jelas banyak banget yang bisa diniknati. Terutama kawasan cagar budaya yang masih terjaga dan cocok buat kalian pecinta kawasan heritage. Menariknya lagi, ada Kampung Gedek (kampung bambu) juga loh yang kece buat foto dan mengabadikan momen.

Penggagas Kampung Budaya, Isa Wahyudi mengatakan, alasan dinamakan Kampung Budaya Polowijen, karena di kampung tersebut terdapat empat situs bersejarah. Situs tersebut meliputi Situs Mpu Purwa, Sumur Windu Ken Dedes, Joko Lulo dan makam keluarga penggagas tari topeng Malangan, Mbah Reni dan Mbok Gundari.

“Perkembangan budaya di Polowijen ini tadinya cukup pesat, dan memang mengalami penyusutan. Dengan kampung ini, kami harap bisa meningkat,” katanya di Kampung Budaya Polowijen Kota Malang, Minggu (2/4).

Pria yang akrab disapa Ki Demang ini juga menyebutkan, banyak ragam kesenian di kawasan Polowijen. Di antaranya kerajinan topeng, wayang kulit, wayang ope atau wayang pelepah palem, hingga wayang jedong yaitu wayang pencak dor.

“Agar semakin menunjukkan identitas sebagai kampung budaya, ke depan setiap rumah akan kami beri hiasan topeng,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Malang, Moch Anton yang datang meresmikan pembukaan Kampung Budaya Polowijen berpesan, agar masyarakat terus meningkatkan inovasi dan kreatifitasnya. Karena proses kreatif tersebut, salah satunya akan menjadi pendorong meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

“Terlebih citra Kota Malang adalah destinasi wisata yang paling banyak diburu turis,” terang pria yang akrab disapa Abah itu.

Tak hanya itu, di kampung wisata terbaru itu juga terdapat beberapa titik, tepatnya di kampung gedek yang bisa dimanfaatkan untuk berlatih membatik dan membuat topeng Malangan. Wisatawan dapat menggali banyak ilmu baru.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, wisatawan juga dapat menyusuri area persawahan menuju Sumur Windu Ken Dedes dan banyak situs bersejarah lainnya. Semua cukup dilakukan hanya berjalan kaki dari kampung gedek.