Legitnya Kopi Arjuno di Bali

Pesona keindahan alam dan dinginnya hawa dataran tinggi Kota Wisata Batu, seakan tak lengkap tanpa sesapan secangkir kopi. Kedai Joni, salah satu tempat yang patut dikunjungi bagi Anda para pecinta kopi.

Kedai Joni yang berlokasi di Jalan Surapati Nomor 130 ini berdiri sejak awal tahun 2014. Jika Anda memanfaatkan kanal media online informasi wisata, Tripadvisor, akan menemukan Kedai Joni sebagai salah satu destinasi kuliner yang patut dikunjungi di Kota batu.

Kesan cozy, hangat dan santai seperti di teras rumah sendiri akan terlintas di benak begitu anda memasuki Kedai Joni. Belum lagi lantunan musik yang renyah di telinga akan mengantar anda melepas penat dan dahaga.

Ketika datang berkunjung, material perabotan dari kayu tampak mendominasi tata ruangan kedai. Berbagai pernak-pernik dikemas dengan bergaya indie. Mulai dari rangkaian daun merambat, lukisan coffee cup diy, plus sentuhan mural menjadi aksen yang artsy, tampak segar di mata dan pikiran.

Terkait Usaha Kecil Menengah Kreatif yang hanya konsen menyajikan menu kopi ini, Owner Kedai Joni, Asep Fian mengatakan bahwa Kedai Joni memiliki misi khusus untuk mengenalkan budaya minum kopi layak ke masyarakat umum dengan harga yang ramah di kantong.

“Kami berusaha menyajikan kopi dengan kualitas baik, namun tetap bisa dijangkau dengan harga sewajarnya,” ungkapnya.

Dengan mengusung produk budaya lokal, ia menjelaskan, Kedai Joni selalu merekomendasikan kopi single origin jenis Arabica dari Malang, yaitu Kopi Arjuno Bumiaji yang sedap di lidah dan miliki tekstur (body) kopi yang lembut.

“Untuk single origin coffee dari wilayah Malang Raya, kami ada Arjuno Bumiaji, Arabika Karangploso (Karlos), dan juga Robusta Dampit. Selain itu kami juga ada single origin dari beberapa daerah kepulauan nusantara kok,” papar pria lulusan Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Selain itu, dengan mengusung konsep open bar, anda juga bisa leluasa berinteraksi langsung dengan barista. Mulai dari informasi jenis kopi berkualitas hingga melihat langsung proses penyeduhan mulai dari biji kopi sampai menjadi secangkir kopi panas di meja Anda.

Bagi anda yang bukan penikmat kopi, jangan khawatir. Kedai Joni juga punya menu andalan lain seperti Hot Chocolate, Baby Cute dan Pillow Talk dan beberapa aneka snack lainnya.

Kedai Joni hingga kini dibikin jujugan oleh berbagai macam kalangan tua dan muda. Entah untuk sekedar menyandarkan badan, menikmati secangkir kopi, berbincang dan membangun relasi hingga berdiskusi lintas ilmu pengetahuan.

“Jon, ngipok sek jon,” seru seorang pengunjung menyambut temannya yang baru datang, Sabtu

Wisata Kuliner di Malang yang Harus di Coba

Sederet kuliner dan jajanan lokal yang ada di Kota Malang memang mampu menggoda lidah. Mulai dari jajanan pinggir jalanan yang ramah kantong, makanan di hotel berbintang, sampai kuliner lawas yang jumlahnya seabrek dan siap menyapa para pecinta kuliner.

Seperti kita ketahui, selain dikenal sebagai Kota Pendidikan, Malang memang akrab sebagai kota wisata, utamanya wisata kuliner dan belanja. Ketika berkunjung ke Kota Malang, sayang banget deh kalau mggak mencoba mencicipinya.

Bakso

Kuliner andalan pertamanya adalah bakso. Bakso di kota yang berjuluk sebagai Kota Bunga ini memang sangat khas. Berbeda dengan kebanyakan kota lainnya. Pedagangnya pun memiliki banyak cara untuk menyajikannya.

Ada bakso mercon, bakso keju, bakso kerikil, hingga bakso berukuran jumbo. Kudapan yang satu ini memang selalu bikin siapa saja ngiler. Nggak hanya di pinggiran jalan, jajanan yang satu ini juga dapat ditemui di restoran, cafe, hingga hotel berbintang loh.
Ini Dia Wisata Kuliner Kota Malang yang Wajib Dicoba, Penasaran kan?
Penampakan bakso beranak @istimewa

Beberapa bakso yang banyak diburu pelanggan diantaranya bakso kota Cak Man yang ada di Jl. WR. Supratman C1 Kav. 13-14, Jl. Jendral S. Parman No.1, Jl. Bantaran, Jl. Ciliwung, dan Jl. Soekarno Hatta No.22.

Kemudian ada Bakso Bakar Pak Man di Jalan Diponegoro No. 19, Bakso Gun di Jl. Kawi Atas No. 41, hingga Bakso President yang ada di Jl. Batanghari No. 5. Selain itu, masih ada banyak lagi bakso kenamaan yang bikin ngiler.

Cwi Mie

Selanjutnya ada cwi mie dan banyak olahan berbahan dasar mie lainnya. Olahan yang satu ini memang mampu membuat lidah para pecinta kuliner ketagihan. Ada banyak tempat yang bisa dijujuk untuk panganan yang satu ini.

Diantaranya seperti Depot Hok Lay yang dikenal sangat legendarisnya, sejak tahun 1946. Depot yang beralamatkan di Jl. KH. Achmad Dahlan No. 10. Malang ini nggak hanya dikenal dengan cwie mienya saja, tapi juga beberaoa olahan lain seperti lumpia dan minuman rumahan berupa Fosco.
Ini Dia Wisata Kuliner Kota Malang yang Wajib Dicoba, Penasaran kan?
cwie-mie @istimewa

Selain itu juga ada Gloria Cwie Mie, Mie Kudusan, hingga Cwie Mie khas dari Depot Gang Djangkrik. Rata-rata cwie mie yang juga sudah dipasarkan di berbagai pusat perbelanjaan di Kota Malang ini dibandrol mulai dari Rp 11 ribuan aja guys.

Ice Cream Toko Oen

Nggak boleh ketinggalan, kalian juga wajib mencicipi Ice Cream khas Belanda, Toko Oen ya guys. Rumah makan yang ada sejak tahun 1930 ini memang masih menonjolkan unsur Hindia-Belandanya dan cocok buat kalian yang ingin merasakan suasana jadul.

Mulai dari kursi, meja, etalase kue kering, hingga para pelayannya pun menggunakan pakaian khas Hindia-Belanda. Makanan yang paling banyak diburu disini memang ice cream yang dikenal sangat lumer.
Ini Dia Wisata Kuliner Kota Malang yang Wajib Dicoba, Penasaran kan?
ice cream Toko Oen @istimewa

Beberapa ice cream yang dapat dicicipi antara lain Basic (single scoop) dengan rasa vanila, stroberi, cokelat, moka, dan gula jawa durian. Selanjutnya untuk old favorit ada tutti frutti, peach melba, banana split, domino dan sonny Boy, dan banyak lagi jenis lainnya.

Tak hanya itu, masih ada banyak jenis kuliner baru yang juga patut kalian coba loh guys. Seperti jajanan pinggir jalan, Sempol yang saat ini juga banyak disuguhkan di hotel berbintang, dan beragam olahan kopi.(pit/zuk)

Sempol Kari Apel Ala Hotel Gets Malang

Sempol, jajanan yang satu ini sudah pasti nggak asing lagi ya guys. Biasanya, abang di pinggir jalan membuatnya dengan daging ayam dan adonan khusus.

Lantas, kira-kira bagaimana ya, kalau Sempol itu dikreasikan dengan buah apel dan cita rasa hotel berbintang? Pasti yummy banget deh.

Karena pamornya yang tinggi itu, Gets Hotel Malang pun mencoba mengkreasikannya dengan inovasi baru. Sajian sempol ini dibuat dengan bahan utama daging ayam dan apel Malang. Penasaran seperti apa bikinnya? Berikut ini resep yang dibagi oleh Excecutive Chef Gets Hotel Malang, Chef Karyono.

Menurutnya, bahan yang dibutuhkan untuk membuat jajanan ini sangat mudah. Mulai dari bawang merah, bawang putih, merica bubuk, bumbu kari apel, santan, kaldu ayam, tepung terigu, hingga tepung kanji. Tidak ketinggakan, buah apel dan telurnya juga ya guys.

“Cara membuatnya pun sangat mudah,” katanya pada Media.

Langkah pertama yang harus kalian lakukan menurut Chef Karyono adalah mencincang daging ayam terlebih dulu. Selanjutnya, daging diblander bersama bawang merah dan bawang putih. Setelah halus, tambahkan bumbunya seperti gula, garam, merica bubuk, kaldu ayam, bumbu kari ayam, tepung terigu, tepung kanji, sedikit santan dan telur.

“Semua diaduk menjadi satu, lalu jangan lupa setelah dimasukkan semua tambahkan daging apel yang juga dicincang, dan aduk lagi hingga rata,” tambahnya.

Setelah adonan menyatu, maka langkah berikutnya adalah membentuk adonan tersebut layaknya sate lilit atau sempol, dengan menggunakan tusuk sempol. Setelah selesai, maka adonan tersebut direbus di dalam adonan kari apel sampai matang.

Setelah matang dan bumbu meresap, maka langkah selanjutnya adalah menggorengnya dengan minyak yang panas. Sebelumnya, baluri sempol dengan telur yang telah dikocok. Tapi apabila tidak suka digoreng, maka kalian bisa nemanggangnya loh guys.

“Tanpa dipanggang atau digoreng pun, sebenarnya setelah direbus juga bisa dikonsumsi,” tambah pria ramah ini.

Lanjut, untuk membuat saus kari apelnya guys. Bahan utamanya, masih tetap apel Malang yang ditambah dengan sambal dan bumbu kari. Semua bahan dimasak menjadi satu layaknya saus pada umumnya.

Setelah selesai, sempol dan saus kari apelnya yang menggoda itu bisa disajikan selagi masih hangat ya guys. Selain ada kenikmatan bumbu kari yang kental dan meresap, krunchi apel yang dicincang pun masih sangat terasa loh guys, plus asemnya yang menggoda.

Sementara itu, Media Relations Gets Hotel Malang, Andina Paramitha menambahkan, pihak hotel memang sengaja membuka cooking class bagi tamu yang penasaran untuk mengolah berbagai sajian khas hotel berbintang. Sehingga, tamu juga dapat berkreasi dengan olahan yang nantinya akan dinikmati.

“Hidangan yang kami sajikan sebenarnya juga banyak foodstreet, dan dengan kemasan yang berbeda,” ujarnya.

Sedangkan untuk olahan sempol itu sendiri menurutnya dibandrol Rp 10 ribu dan untuk cooking class Rp 75 ribu per orangnya. Selain cooking class, pihak hotel juga menyediakan Latte Art, dan cocok buat kalian yang ingin belajar melukis dengan kopi di atas sebuah cangkir.

Bakso Es Gunung Kepanjen

Depot Es Gunung, merupakan salah satu tempat kuliner legendaris di Kabupaten Malang yang hingga kini masih eksis dengan menu andalannya yakni es gunung dan bakso gunung.

Berdiri sejak tahun 1994, depot yang terletak di Jalan Ahmad Yani No. 35 Kepanjen atau tepatnya deretan ruko depan Pasar Besar Kepanjen ini telah menjadi tempat makan favorit para keluarga dan para pecinta kuliner di Kabupaten Malang, khususnya Kepanjen.

Salah satu pelanggan, Deris mengatakan jika depot ini menjadi favoritnya selain harga yang terjangkau, rasa es gunung dan baksonya sangat pas di lidah.

“Favorit ini mas, saya selalu kesini kalau ke Kepanjen,” ujar Deris saat ditemui di Depot Es Gunung, Sabtu (8/4).

Depot ini telah dikelola turun temurun sejak 23 tahun lalu, hingga saat ini dikelola oleh Wiwid. Depot Es Gunung ini juga sempat membuka cabang di Blimbing Kota Malang namun tidak bertahan lama dan akhirnya hanya buka di Kepanjen.

Untuk rahasia kelezatan Es Gunung sendiri sang pengelola mengatakan jika itu telah diwariskan secara turun menurun dari dulu pertama buka.

“Pembuatan resep sirup untuk es gunung itu kita tetap memakai resep keluarga,” jelas Wiwid.

Satu porsi es gunung sendiri harganya Rp 8.500, dan untuk bakso gunung Rp 17.500, selain itu ada berbagai varian menu lainnya yang disesuaikan dengan selera pelanggan. Depot ini buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 20.30 WIB.

Kabarnya, Depot Es Gunung ini juga menjadi tempat langganan istri Bupati Malang, Hj. Jajuk Rendra Kresna. Selain itu, Mantan Wali Kota Malang, Peni Suparto memasukkan Depot Es Gunung sebagai jujugan wajib para pecinta kuliner dalam pengantar buku 25 Kuliner Khas Malang.(mas/zuk)

Malang Destinasi KEKINIAN Pecinta Kuliner

Sejak 2016, Kota Malang sudah ditetapkan sebagai destinasi kuliner. Buat kalian para pecinta makanan, rugi banget kalau nggak mencoba aneka hidangan.

Kasie Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Malang, Agung Bhuwana, mengatakan, penetapan tersebut sesuai dengan penandatanganan MOU dengan Kementerian Pariwisata pada tahun 2016.

“Di Malang tidak ada wisata alam atau buatan, dan yang paling unggul adalah wisata kulinernya,” ujarnya pada Media.

Menurutnya, ada begitu banyak pusat perbelanjaan dan wisata event yang sering ditunggu-tunggu oleh turis. Sehingga, Kota Malang dapat menjadi salah satu area surganya kuliner dan belanja.

“Mulai tahun ini baru dimaksimalkan lagi semangat Kota Malang dengan destinasi kuliner,” tambahnya.

Kota Malang sendiri memiliki aneka kuliner yang sudah mengakar dan populer. Nama dan aneka menunya sudah sangat di kenal di kalangan wisatawan asing. Sehingga tidak jarang, saat berkunjung ke Malang akan mampir.

RM Bojana Puri, Rumah makan ala Rumahan

Banyak wisata kuliner yang tumbuh dan terus bertahan dalam gempitanya kuliner baru saat ini.

Rumah Makan Bojana Puri Kepanjen Kabupaten Malang adalah salah satu tempat kuliner yang masih eksis dengan ciri kejawaan yang kekinian.

Baik menu makanan  dan minumannya yang menggugah selera maupun nuansa jawa yang dipertahankan lewat dekorasi ruangannya.

Sebagai salah satu wisata kuliner di Kepanjen, Bojana Puri merupakan tempat legendaris yang masih memiliki magnet kuat untuk menarik orang datang untuk makan dan minum, baik dalam maupun luar daerah.

Meminjam Bahasa Sansekerta, nama rumah makan ini, memang telah mencuri perhatian para pecinta kuliner untuk mencicipi kelezatan menu makanan khas Jawa dengan cita rasa makan ala rumahan secara berjamaah.

Sampai ada pameo makan di Bojana Puri kurang lengkap kalau sendiri, hal ini sesuai dengan arti Bojana Puri yaitu tempat makan untuk kumpul bersama.

“Seenak dan sebagus apapun rumah makan, kalau makannya seorang diri tetap rasanya enggak greng, mas. Apalagi bagi yang terbiasa makan bersama di rumah. Di sini menu makanan dan suasananya memang terasa makan di rumah saja,”kata Nasrullah asal Wonosari yang datang bersama keluarga tercintanya.

Menu makanan Bojana Puri yang maknyuuuss, memiliki beberapa masakan andalan, seperti Gurami Asam Manis. Bumbu asam manisnya begitu terserap ke dalam gurami.

Tak cukup dengan gurami, Anda bisa memesan berbagai menu lainnya yang tak kalah enak seperti Sop Buntut, Gule Kambing, Pecel, Lodeh Soto Ayam, Gado gado, Nasi Rawon khas Malang, Kare Ayam dan masih banyak lagi menu lezat lainnya.

Untuk melegakan dahaga Anda bisa memesan aneka minuman segar yang juga khas dan bernuansa tradisional Jawa. Misalnya, Es Beras Kencur, Es Sinom, Es Teler, Es Campur, dan masih banyak lagi menu minuman dingin maupun hangat lainnya.

Makan di restoran ini Anda nggak usah khawatir dengan harga. Meksipun Bojana Puri  berkonsep restoran,  tetapi harga makanan dan minumannya yang maknyuusscukup terjangkau.

Makanannya  dibandrol antara  Rp.10 ribu sampai dengan Rp.30 ribu per porsi.  Untuk minumannya berkisar Rp. 5.000 sampai Rp. 7.000 saja per porsi.

Pengunjung pun tidak perlu bingung saat memarkir kendaraan, karena Bojana Puri memiliki areal parkir luas.

Selain tentunya lokasi rumah makan ini letaknya sangat strategis, yakni di pinggir Jalan Raya Panglima Sudirman Nomor 26, Kepanjen Malang.

Ngebosi Ronde ala Wakil Bupati Penajam

Kemeriahan Festival Kampung Cempluk kini  gaungnya sudah terdengar hingga ke luar pulau, bahkan ke luar negeri. Bahkan, Wakil Bupati Penajam Paser Utara Kalimantan Timur Mustaqim MZ jauh-jauh datang ke Kabupaten Malang untuk menikmati suasana malam Kampung Cempluk.

Kedatangan Mustaqim ini tentu membawa kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Malang. Karenanya, untuk mengantar Mustaqim di Kampung Cempluk, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara turut menemaninya.

Bersama dengan rombongannya, Mustaqim terlihat enjoy di festival yang digelar di Dusun Sumberejo, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau tersebut. Dimulai dari melihat pertunjukkan seni musik khas Kabupaten Malang patrol, menyaksikan tarian kuda lumping, hingga makan ronde bersama warga sekitar.

Saat menikmati ronde, Mustaqim mempersilakan semua warga yang lewat untuk turut makan. “Ayo, siapa yang mau makan ronde, ayo silakan ambil,” kata Mustaqim.

Dia sangat kagum melihat suasana festival kampung yang sudah digelar ketujuh kalinya ini. Untuk pagelaran 2016, festival dimulai 20 September dan berakhir 24 September mendatang. Di jalanan kampung yang sempit, rumah yang berhimpit, bisa didirikan banyak panggung. Di tiap panggung inilah tersaji beberapa sajian kesenian yang digelar dari siang hingga malam hari.

Tak hanya tampilan kesenian, Festival Kampung Cempluk, terang Mustaqim, juga bisa menjadi penambah pendapatan masyatakat. Ini bisa dilihat dari banyaknya pedagang yang berderet di setiap jalan dan gang kampung. Dan hampir semua pedagang, dipenuhi oleh para pembeli.

Yang dia lebih kagum adalah kerukunan, keguyuban, dan kegotongroyongan warga dalam menciptakan festival kampung. “Festival ini tak mungkin tergelar jika warganya tak rukun dan tak ada goyong royong. Ini hal yang luar biasa,” ucap Mustaqim.

Bapak beranak empat tersebut yakin, Festival Kampung Cempluk dari tahun ke tahun akan mengalami perbaikan. “Festival ini akan menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik. Orang asing sangat senang dengan suasana yang alami dan berbau cultur seperti festival ini,” yakinnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara menjelaskan, dia melihat bahwa warganya sudah mempunyai kesadaran wisata yang cukup tinggi. Sama halnya dengan Mustaqim, Made juga mempunyai keoptimisan bahwa Festival Kampung Cempluk akan menjadi salah satu ikon Kabupaten Malang.

Kabupaten Malang sendiri, jelas Made, saat ini  emang fokus untuk menjadikan desa sebagai destinasi wisata. Karenanya, kini dinasnya getol menyosialisasikan sapta pesona dan sadar wisata kepada masyarakat pedesaan. Sedangkan penggagas Festival Kampung Cempluk Redy Eko Prasetyo menjelaskan, pada setiap harinya akan ada tampilan seni dan budaya yang berbeda. Pada Jumat 23 September 2016 nanti misalnya, akan ada tampilan  menawan dari seniman Spanyol.

Jadi, pada intinya, Festival Kampung Cempluk yang menjadi bagian Jaringan Kampung Nusantara ini sudah terdengar hingga ke mancanegara.