Jamaah Padati Pengajian Malam Jum’at Perdana

Terminal Arjosari – MalamJum’at merupakan malam yang istimewa bagi umat muslim. Sebagian besar orang muslim mengadakan tahlilan di kampungnya masing- masing untuk kirim do’ a kepada leluhur mereka, begitu juga di rumah Walikota Malang, H. M. Anton yang menggelar pengajian malam Ju’ at Legi perdana usai Lebaran yang diikuti oleh warga Kota Malang dan sekitarnya, Kamis (14/07/2016).

Acara ini sudah berlangsung hampir 11 tahun dan rutin dilaksanakan setiap malam Jum’at Legi, kecuali pada bulan Ramadhan karena ada acara sholat tarawih dan tadarus. Dalam acara malam Jum’at Legi pada 14 juli 2016 hari ini di hadiri sekitar 2000an Jamaah.

Acara dibuka dengan penampilan musik Islami lalu dilanjutkan doa pembuka dan diisi sambutan HM Anton selaku Walikota Malang dan sekaligus tuan rumah. Dalam sambutannya Anton mengatakan ada perubahan ahlak mental kita setelah berperang 30 hari melawan hawa nafsu.

“Kita harus kembali bangkit lebih baik, baik ahlak atau perilaku, warga Malang bisa jadi contoh dan menggelorakan shalat wajib berjamaah di awal waktu. Contohnya seluruh pegawai di Pemkot Malang selalu tertib melaksanakan ibadah dan menghentikan segala aktivitas apapun saat datang waktu ibadah dan selalu melakdanaan ibadah secara berjamaah,” urainya.

Para jamaah pun terlihat antusias mengikuti tausiah yang disampaikan oleh Kyai Kholil dari Pagak.  Mereka  tak beranjak pulang sebelum acara selesai. Ditambah dengan gaya ceramah dengan guyonan yang khas semakin membuat para jamaah mendengarkan setiap ucapan dari Kyai Kholil dibarengi dengan gelak tawa.
Dalam ceramahnya ia menjelaskan tentang amalan sunah dan wajib.

“Jika shalat wajib kita jaga Allah menjamin segala kebutuhan dunia, namun Allah juga akan menambah pahala kita jika yang sunah kita kerjakan. Demikian juga dengan berpuasa, setelah diuji selama satu  bulan dan ahkirnya bisa mendarat di hari Idul Fitri. Semoga kita menjadi manusia yg lebih baik dan bisa menebarkan kebaikan kepada semua umat manusia,” ucapnya. (*)

Macet Arus balik Liburan

Terminal Arjosari – Mendekati hari terakhir liburan sekolah kemarin, arus lalu lintas di jalur Kota Malang hingga Malang Utara, terlihat memadai jalan raya. Kendaraan dari arah Surabaya menuju Malang, terpantau padat merayap. Kebanyakan didominasi oleh kendaraan dari luar Kota Malang.
Mulai pukul 10.00 pagi, kemacetan terjadi di sekitar Blimbing. Kendaraan padat merayap, akibat kendaraan yang menumpuk. Bahkan, menurut warga bernama Wicaksono, perjalanan dari Blimbing ke Lawang terpaksa ditempuh dengan waktu 1,5 jam.
“Padat sekali, penumpukan mulai dari Araya, fly over hingga pertigaan Karanglo, jalannya lambat dan merambat,” ujar Wicaksono salah satu pengguna jalan.
Sementara itu, mulai siang hari, titik macet berganti. Kini arah dari Surabaya ke Kota Malang yang padat merayap. Bahkan di jalan raya Lawang tampak kendaraan seperti mobil harus berjajar tiga ruas.
“Saya terpaksa lewat jalur alternatif dari Pabrik Otsuka tembus ke kawasan Wendit, kemudian ke arah Kota Malang,” aku Setyawan salah satu driver.
Pantauan di lapangan, kendaraan yang lewat di jalur provinsi itu, kebanyakan dari luar kota. Beberapa masih tampak membawa bawaan banyak di atas kap mobil.
“Seperti dari Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Probolinggo, Lumajang dan Jember. Rata-rata adalah kendaraan pribadi bukan kendaraan bus,” ujar Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang, Iptu Budi Priono, kepada Malang Post kemarin.
Menurut dia, kepadatan arus kendaraan ini terjadi mulai pagi hari. Sampai malam hari kemarin pukul 19.30, arus kendaraan dari arah Surabaya masih padat. Sesuai pantauannya, kemacetan mulai dari masuk Kecamatan Lawang, sampai simpang tiga Karanglo, Kecamatan Singosari.
Semua kendaraan dari luar kota tersebut, kebanyakan menuju arah Kota Batu untuk berwisata. “Sampai saat ini (semalam, red), kendaraan yang masuk Malang, sangat banyak sekali. Padahal beberapa hari sebelumnya, tidak sampai terjadi kemacetan seperti ini,” tuturnya.
Sedangkan untuk kendaraan dari Malang yang mengarah ke Surabaya, terpantau lancar. Penumpukan kendaraan hanya terjadi di simpang tiga Karanglo, Singosari lampu traffic light, serta mau melintasi perlintasan kereta api sebelum Pasar Singosari. Setelahnya, jalanan menuju utara lancar tanpa hambatan.
“Namun, jika melihat hari ini banyak kendaraan yang masuk Malang, maka besok (hari ini, red) kepadatan kemungkinan justru terjadi arah Surabaya. Karena semua kendaraan yang masuk Malang hari ini tadi (kemarin, red) diprediksi akan kembali pada hari Minggu besok,” jelasnya.
Agar tidak sampai terjadi penumpukan dan kemacetan terlalu lama, Satlantas Polres Malang membuat rekayasa lalu lintas. Yakni dengan tiga banding satu. Maksudnya, ketika kendaraan dari arah Surabaya padat, ketika dipersimpangan akan diberi waktu jalan sampai tiga lampu merah baru berhenti. Begitu juga dengan sebaliknya jika kendaraan dari arah Malang padat.
“Harapan kami, hari ini (kemarin, red) kepadatan arus lalu lintas bisa tuntas. Jika besok (hari ini, red) masih terjadi kepadatan kami akan memberlakukan rekayasa jalan dengan menerjunkan sekitar 40 personil di jalan raya,” paparnya.

Diguyur Hujan, Kegiatan ‘Maleman’ Masjid Jami Tetap Khusyuk

Hujan yang mengguyur Kota Malang beberapa hari ini tidak menyurutkan semangat jamaah Masjid Jami Kota Malang untuk melaksanakan ‘Maleman’.

Kegiatan yang dilaksanakan pada malam ganjil disepuluh hari terakhir ramadan ini justru bertambah khusyuk seperti yang terlihat pada malam 25 dan 27 ramadan kemarin.

Ada pemandangan tidak biasa, saat para jamaah sedang khusyuk menjalani salat witir, tiba-tiba hujan deras mengguyur Kota Malang khususnya di sekitar masjid.

Namun demikian, jamaah khususnya yang berada di halaman luar masjid tetap tidak beranjak meskipun air hujan membasahi tubuh mereka.

“Alhamdulillah, saya dan keluarga istiqomah berjamaah di Masjid Jami Malang khususnya  pada malam ganjil disepuluh malam terakhir seperti sekarang,” ujar Muhtadi, warga Kelurahan Merjosari yang saat itu membawa istri dan dua orang anaknya ikut kegiatan ‘Maleman’ di Masjid Jami Kota Malang.

Seperti jamaah yang lain, usai salat tarawih pada pukul 20.10 WIB, dia bersama keluarganya pulang dulu ke rumah.

Pada pukul 22.30 WIB lalu dia kembali lagi ke masjid untuk berkumpul dengan jamaah yang  lain dan mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi salat witir 11 rakaat, wirid, dan taushiyah  agama dari para ulama Kota Malang.

Saat itu, taushiyah agama diisi oleh KH Isyroqun Najah, Ketua PCNU Kota Malang yang sekaligus juga pengasuh dan pembina Ma’had Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.

Dalam taushiyahnya ulama yang akrab disapa Gus Isy ini mengulas tentang kisah yang memuat dialog Nabi Musa dan Nabi Khidir.

Para jamaah yang memenuhi masjid hingga halaman depan tampak dengan penuh konsentrasi mendengarkan tausyiah di tengah dinginnya air hujan yang mengalir di sekujur tubuh mereka.

Jembatan Timbang Singosari Dijadikan Rest Area

Jembatan Timbang di Jalan Raya Singosari Kabupaten Malang berubah menjadi tempat istirahat selama arus mudik dan balik. Rest area itu dimulai 1 Juli hingga 10 Juli 2016 mendatang. Pemakaian jembatan timbang sebagai tempat istirahat ini mengacu kepada surat edaran Kementerian Perhubungan.

“Berbarengan dengan dilarang beroperasinya angkutan berat dan truk selain pengangkut bahan bakar dan makanan pokok. Jadi selama itu, jembatan timbang dipakai untuk tempat istirahat atau rest area,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Lely Aryani, Sabtu (2/7/2016).

Perubahan jembatan timbang sebagai rest area itu tidak mengganggu aktivitas karena operasional memang berhenti mulai 1 – 10 Juli. Jembatan timbang Singosari terletak di tepi Jalan Raya Singosari, jalur utama Surabaya-Malang. Jalur itu merupakan jalur pemudi dari dan menuju Malang Raya dan sekitarnya seperti Blitar dan Kediri. Tidak hanya pemudik, jalan itu juga menjadi perlintasan wisatawan yang berwisata ke Malang Raya selama libur Lebaran.

Sebagai rest area, tempat itu dilengkapi sejumlah fasilitas seperti tenda buatan berukuran besar bagi pengemudi yang ingin beristirahat. Terdapat pula empat toilet dan musala serta disediakan makanan ringan dan minuman. Tenaga medis dari Puskesmas Singosari juga bersiaga untuk memberikan pertolongan pertama pada gangguan kesehatan yang sering dijumpai akibat terlalu lelah berkendara.

Lely menyebut tahun lalu puncak pengunjung mencapai 4.900 orang dalam satu hari. Tahun ini jumlah pemakai rest area Jembatan Timbang Singosari diprediksi mencapai 5.000-an orang. “Pengunjung paling ramai terjadi setelah salat ied, H+1 hingga H+2,” katanya.

Lely menambahkan meskipun sasaran utama rest area itu pemudik, tetapi setiap tahunnya selalu didominasi wisatawan yang beristirahat. Wisatawan itu biasanya istirahat setelah terkena kemacetan, terutama menuju dan dari Kota Wisata Batu.

Cina Lirik Potensi Bank Syariah

Pemerintah Tiongkok mulai melirik dan siap mengambil alih Bank Umum Syariah (BUS). Mengingat BUS dianggap lebih potensial diminati masyarakat daripada bank konvesional.

Menurut sumber internal di DPRD Jatim yang tidak mau disebutkan namanya, jika spin off (memisahkan diri) Bank Jatim tidak terlaksana, Pemerintah Tiongkok siap memberi dana untuk pengelolaannya. Mengingat Jatim mayoritas muslim, dan minat akan bank syariah sangat tinggi.

Dewan sangat menyayangkan kalau syariah tidak dimanfaatkan betul, karena investor asing yang mayoritas penduduknya bukan muslim justru tertarik dengan sistem syariah.

“Pendanaannya apakah saham semuanya dibeli, atau dengan sistem sharing berapa persen saham yang akan dibeli kita belum tahu,” ujar sumber tersebut, di gedung DPRD Jatim, Senin (6/6/2016).

Sementara Anggota Komisi C DPRD Jatim, Anick Maslahah menegaskan, di Jatim ada 6000 pondok pesantren yang akan memanfaatkan pinjaman melalui BUS. Sementara dua ponpes yakni Ponpes Sidogiri Pasuruan dan Ponpes di Madura sudah memanfaatkan fasilitas BUS.

Menurut Anick, pangsa pasar bank syariah sudah jelas, karena pinjaman dananya banyak dibutuhkan untuk pengembangan usaha dengan sistem bagi hasil. Bank syariah disediakan bagi masyarakat yang tidak suka dengan bank konvensional.

Untuk membuat anak perusahaan dalam bentuk BUS, dana yang harus disediakan minimal Rp 500 miliar. Bank Jatim siap menginvestasikan sebagian modal untuk pendirian BUS.

Pada 2017 ditargetkan BUS sudah menjadi dalam bentuk BUMD, tidak lagi menjadi anak perusahaan Bank Jatim. Mengingat pemprov tidak bisa mengawasi jika masih menjadi anak perusahaan Bank Jatim.

“Yang berhak mengawasi Bank Jatim sendiri. Kalau sudah jadi BUMD, jadi independen, pemprov bisa mengawasinya,” tuturnya,

Namun untuk menjadi BUMD, persyaratan dari OJK, bank syariah tersebut harus mempunyai modal minimal Rp 1 triliun.Untuk menutupi kekurangan modal yakni Rp 500 miliar, dewan berharap ada peran serta dari masyarakat kabupaten/kota untuk berinvestasi.

“Jika kekurangan modal tertutupi dari kabupaten/kota, pemprov tidak perlu memberikan tambahan modal. Tambahan hanya dapat diberikan sesuai kondisi,” pungkasnya.

Pemerintah Percepat Pengembangan Wisata Malang

Berbagai langkah strategis terus dilakukan Pemerintah Indonesia guna menggenjot percepatan pengembangan pariwisata di tanah air.

Pemerintah pun berencana membentuk Badan Otoritas Pariwisata (BOP) untuk mengelola sepuluh destinasi pariwisata andalan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Ke sepuluh destinasi wisata tersebut antara lain, Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung) , Tanjung Lesung ( Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Pulau Morotai  (Maluku Utara).

BOP dibentuk agar segala urusan menyangkut pariwisata bisa diselesaikan dengan cepat dan mudah, hanya melalui satu pintu. “Adanya Badan Otorita ini, kita harapkan pengelolaan di masing-masing destinasi wisata menjadi profesional dan membuat pengembangan wisata tersebut lebih efektif dan cepat dibandingkan dikelola secara terpisah oleh berbagai instansi,” kata Deputi II Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim RI, Agung Kuswandono saat ditemui MalangTIMES di Taman Jeru, Tumpang, Rabu (1/6/2016).

Hal ini kata Agung, diharapkan akan bermuara pada peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dari 10 juta menjadi 20 juta dalam jangka waktu 3-4 tahun kedepan.

Sebagai informasi, BOP merupakan satu badan yang bertugas memutuskan hal-hal strategis di suatu kawasan pariwisata dan berisikan para ahli, pemerintah kabupaten atau kota serta pemerintah pusat.

Hujan Lebat Mengguyur Malang

Malang khususnya, harus meningkatkan kewaspadaan. Sebagian besar wilayah Jawa Timur berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi atau lebat, sejak beberapa hari ini.

“Curah hujannya antara 50 hingga 100 milimeter, itu termasuk lebat,” jelas Koordinator Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim, Tanjung Perak, Surabaya, Eko Prasetyo kepada Terminal Arjosari beberapa menit lalu.

Dia juga menjelaskan, menurut prakiraan, hujan lebat ini akan mengguyur wilayah Malang hingga besok, Minggu (19/6).

“Hujannya sampai 24 jam ini. Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, karena cuaca ini,” imbuh dia.

Sementara itu, menurut informasi yang diterima MVoice, potensi hujan lebat ini disebabkan hangatnya suhu muka laut di atas normal, masuknya aliran massa udara basah dari Samudera India di maritim kontinen Indonesia serta lemahnya aliran masa udara dingin Autralia di wilayah Indonesia.

Selain itu, dengan adanya daerah perlambatan, pertemuan dan belokan angin di wilayah Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan kondisi atmosfer menjadi tidak stabil, sehingga meningkatkan potensi petir dan angin kencang.