Kuliner Daging Kelinci di Kota Batu

Di balik sejuknya udara dan indahnya pemandangan Kota Batu terdapat wisata kuliner yang juga layak dicicipi oleh wisatawan. Di sebelah barat alun-alun Kota Batu, tepatnya di atas Kawasan Wisata Songgoriti berjejer puluhan warung yang terkenal dengan nama warung Wisata Payung. Warung-warung yang berada di atas ketinggian tersebut mayoritas menyajikan Sate Kelinci sebagai menu andalan mereka.

Sate kelinci sendiri saat ini sudah menjadi ikon warung warung wisata tersebut. Dikatakan oleh Nugroho, salah satu pemilik warung di Wisata Payung, sate kelinci saat ini menjadi menu masakan yang banyak diminati pengunjung.

“Di tempat saya sendiri, selain menyajikan menu masakan lain seperti lalapan bebek dan ayam tapi memang yang spesial adalah sate kelinci,”

Kuliner Daging Kelinci di Kota Batu

Pria yang akrab disapa Yeni ini mengutarakan dalam seminggu mampu menghabiskan 50 porsi sate kelinci yang dalam satu porsinya terdiri dari 10 tusuk sate lengkap dengan nasi dan bumbu khas ala sate kelinci Kota Batu.

“Daging kelinci teksturnya lembut, tidak mengandung kolesterol dan kaya protein. Jadi daging cenderung lebih sehat dan aman dikonsumsi semua kalangan,” terang pemilik Warung Nico yang berada di kawasan Wisata Payung 3 ini.

Tidak hanya menyajikan daging kelinci dalam bentuk sate, dikatakan Yeni, di tempatnya juga mengolah daging kelinci sesuai permintaan pengunjung.

“Rasa daging kelinci juga mempunyai kekhasan sendiri yakni selain lunak juga mempunyai kekenyalan yang menimbulkan cita rasa berbeda dengan daging lainnya,” sambung Yeni.

Di kawasan Wisata Payung berjajar 64 warung yang mayoritas menyajikan olahan daging kelinci. Kebutuhan supply daging kelinci Yeni peroleh dari peternak kelinci di sekitar Kota Batu dan Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.

“Kan Wisata Payung ini berada di sebelah barat Kota Batu menuju Pujon, jadi selain mendapat pasokan dari peternak di Kota Batu juga dari peternak kelinci di Pujon,” tambahnya.

Ketika malam, Warung Wisata Payung menyajikan pemandangan kelap-kelip lampu Kota Batu, menjadi daya tarik pengunjung selain ingin menikmati kuliner sate kelinci. Jarak tempuh yang hanya 2 KM dari Alun-alun Kota Batu juga menjadikan kawasan wisata ini mudah dijangkau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s